Kaltengtoday.com, Palangka Raya — Yonatan (29) membuka topinya dengan sedikit malu. Senyum tipisnya tersungging, namun dibalik itu tersirat penyesalan. Kulit kepalanya kini plontos, bersih tanpa sisa helai rambut, seperti baru keluar dari barbershop dengan permintaan paling ekstrim.
“Aku sebenarnya nggak mau di gundul, tapi namanya juga kerja,” ujarnya pelan, serambi menutup kembali kepalanya dengan topi andalan, Senin (28/7/2025).
Di dunia nyata, Natan ia akrab disapa dan mungkin hanyalah pemuda biasa dari Kota Palangka Raya. Namun di dunia maya, Natan menjelma menjadi sosok yang menghibur puluhan sampai ratusan pasang mata setiap malam lewat siaran langsung sebagai kreator konten game.
Baca Juga : YouTuber dan Konten Kreator yang Wajib Ditonton di Bulan Ramadan
Sebuah profesi baru di era digital yang masih jarang digeluti di kota berjuluk Kota Cantik ini dan dijalankan selama empat bulan terakhir atau sejak berhenti menjadi operator sebuah perusahaan penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM).
Dan, yang membuat Natan berbeda adalah cara ia menjual “keunikan” saat memainkan game dan disiarkan secara langsung yang sering kali siap menghibur penontonnya.
“Dikasih saweran Rp500 ribu, ya mau aja aku digunduli. Tapi kalau cuma Rp200 ribu, nggak deh,” candanya.
Bukan hanya soal rambut. Di hadapan ratusan penonton, Natan tak ragu tampil dengan daster, wajah penuh coretan spidol, hingga berjoget dengan gaya lucu demi menghibur “para sultan” atau sebutan untuk penonton yang memberikan donasi saweran saat siaran langsung.
“Selama permintaan mereka masih masuk akal dan nggak melanggar norma, ya aku ikuti. Komitmen aja. Kalau enggak, nanti sultannya kabur ke channel lain,” katanya.
Semua bermula dari sebuah iklan lowongan di Facebook. Tanpa ekspektasi tinggi, Natan mencoba mendaftar sebagai penyiar langsung di sebuah platform digital. Ternyata, ia diterima. “Awalnya malu banget, tapi setelah ngerasain hasilnya ya, malu bisa dilawan,” ujarnya.














Discussion about this post