Kalteng Today – Palangka Raya, – Puluhan sepeda motor beserta sejumlah anak muda yang terlibat dalam aksi balapan liar menjelang sahur di Kota Palangka Raya berhasil diamankan oleh pihak Kepolisian dari Tim Raimas Backbone Direktorat Samapta Polda Kalteng dan Satlantas Polresta Palangka Raya, Rabu (14/4/2021) dini hari.
Bukan tanpa alasan, aksi balapan liar tersebut sempat membuat insiden tertabraknya seorang warga hingga pingsan di kawasan Jalan Dr. Murjani Palangka Raya.
Berdasarkan laporan warga tersebut, pihak kepolisian langsung meluncur ke lokasi yang kerap jadikan ajang balapan oleh sejumlah anak remaja yang belakangan diketahui rata-rata masih di bawah umur ini.
Sesampainya petugas para pembalap liar langsung kocar-kacir berusaha kabur, namun berkat kesigapan Tim Raimas Backbone Direktorat Samapta Polda Kalteng akhirnya puluhan remaja berserta kendaraannya yang digunakan untuk balapan tersebut berhasil diamankan.

Direktur Samapta Polda Kalteng, Kombes Pol Susilo Wardono melalui Wadir Samapta, AKBP Timbul RK Siregar mengatakan bahwa aksi balapan liar jelang sahur ini sudah dimulai sejak awal Ramadhan kemaren, Selasa (13/4) malam hingga dini hari.
“Ini sudah kali kedua mereka melakukan aksi balapan liar di bulan Ramadhan tahun ini, dan ini sudah sangat meresahkan dan sangat mengganggu ketertiban masyarakat” kata AKBP Timbul RK Siregar kepada wartawan saat diwawancarai, Rabu (4/4) dini hari.

Ia juga menambahkan, puluhan anak remaja yang terlibat aksi balapan liar ini akan diberikan pembinaan dan untuk kendaraan yang digunakan dan terlibat dalam aksi balapan liar diserahkan ke Satlantas Polresta Palangka Raya agar diberikan sanksi tilang.
Baca Juga :Â Pastikan Warga Merasa Aman Di Bulan Ramadhan, Masjid Dijaga Polisi
“Kita juga menghimbau kepada seluruh orang tua agar mengontrol pergaulan anaknya agar jangan sampai terlibat dalam aksi balapan liar dan tindak kejahatan lainnya, apalagi saat ini situasi masih pandemi Covid-19, lebih baik di rumah saja dan patuhi Protokol Kesehatan” pungkasnya. [Red]














Discussion about this post