kaltengtoday.com – Tim dari Kementrian Perdagangan (Kemendag) hari ini, Kamis (28/11) melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisonal di Palangka Raya. Dri pantauan mereka masih ditemukan adanya gula yang dijual dipasaran di Palangka Raya, Kalteng harganya melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan yakni sebesar Rp. 13.000 perkilogram. Padahal HET yang sudah disepakati hanya Rp. 12.500 perkilogram atau ada selisih harga Rp. 500 perkilogramnya.
Hal itu dikatakan Arlinda, Staf Ahli Hubungan Internasional Kementrian Perdagangan kepada waratawan, Kamis (28/11), usai melakukan pemantauan dua pasar di Palangka Raya yaitu Pasar Besar dan Pasar Kahayan.
Dijelaskannya, HET gula yang sudah disepakati yakni Rp. 12.500 perkilogram, tapi di Palangka Raya gula curah dijual Rp. 13.000 perkilogram. Kemudian gula merek ”Gulaku” dijual Rp. 15.000 perkilogram. Padahal menurutnya seharusnya jualnya tak boleh sebesar itu.
“Kita sepakat gula tak boleh lebih dari itu (HET) kalau harganya sampai Rp. 15.00 perkilogram kita mesti cari tahu masalahnya kenapa? Apakah karena stok tak ada, mngkin rantai pasokannya kurang atau distribusi yang tak lancar. Kita berharap gula bisa memberikan harga yang sudah ditetapkan,“ ujar Arlinda.
Ia berjanji akan menurunkan kembali timnya ke Palangka Raya tanggal 6 Desember 2019 untuk memantau harga kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2019 dan tahun Baru 2020.
Arlinda juga menyebutkan, kegiatan pemantaun barang kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru 2020 sudah menjadi pola di Kementrian Perdagangan dalam 3 tahun terakhir ini.
“Kita punya satgas pangan yang bekerjasama dengan Kemendag untuk memantau harga pangan dipasar dan kecukupan bahan pokok menjelang hari besar keagamaan. Kita lakukan menjelang puasa, lebaran juga Natal dan tahun baru untuk memastikan kelancaran bahan pokok seperti gula, terigu, telur, beras, minyak goreng, ayam dan daging” ujarnya.
Sementara itu dari pantaun di pasar besar Palangkaraya bersama Staf Ahli Kemendag Bidang Hubungan Internasional hari ini (28/11) untuk harga kebutan pokok masih relatif stabil. Untuk tepung terigu Rp. 10.000 perkilogram, minyak dalam kemasan Rp. 11.000, telur Rp. 1,500 perbutir, gula Rp. 13.000 perkilogram.
Namun ada juga komuditas barang kebutuhan warga yang melonjak tajam seperti ayam dan bawang merah. Untuk bawang merah bila semula dijual Rp. 25.000 perkilogram sekarang menjadi Rp. 30.000 perkilogram.
Kemudian ayam ras dijual Rp. 43.000 perkilogram. Padahal sebelumya aharganya hanya Rp. 25.000 perkilogram. Kenaikan harga ayam ras ini dikeluhkan pedagang karena mengurangi omzet penjualan.
“Pasokan kita selama ini masih dari Banjarmasin, Kalsel. Jadi kalau mereka tidak ada barang maka pasokan kita sedikit. Dan kurangnya pasokan ini jelas mengurangi omzet kami,”ujar H. Sumi seorang pedagang ayam potong.
Kony-KT














Discussion about this post