Kaltengtoday.com, Sampit – Ramadan selalu datang membawa pesan moral yang kuat menahan diri, membersihkan hati, dan menjaga ketertiban sosial. Namun di Kotawaringin Timur, ironi kembali muncul. Ketika sebagian masyarakat memperbanyak ibadah, praktik perjudian sabung ayam justru masih berlangsung di sejumlah tempat.
Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama bahkan sudah mengingatkan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. Mereka menilai praktik sabung ayam bukan sekadar hiburan, tetapi sering kali menjadi arena perjudian yang merusak moral dan memicu konflik sosial.
Desakan itu bukan tanpa alasan. Dalam berbagai laporan media lokal, aktivitas sabung ayam di Kotim disebut masih berlangsung di beberapa titik dan bahkan sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari razia aparat.
Baca Juga : Rimau Group Isi Bulan Ramadan Dengan Kegiatan Sosial Program CSR
Namun ada satu pertanyaan penting yang seharusnya mulai diajukan secara terbuka oleh publik: Apakah penertiban perjudian di Kotim sudah dilakukan secara adil dan tanpa tebang pilih?
Arena yang Tak Pernah Sepi
Informasi dari masyarakat menunjukkan bahwa praktik sabung ayam tidak hanya terjadi di satu lokasi di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. hal serupa juga kerap terjadi wilayah lain jalan Jenderal Sudirman Kilometer 12 misalnya, warga mengeluhkan arena sabung ayam yang beroperasi rutin beberapa kali dalam seminggu.
Kendaraan para pemain memenuhi jalan, keramaian terjadi di lingkungan pemukiman, dan aktivitas itu berlangsung berjam-jam.
Jika kondisi ini benar adanya, maka masalah sabung ayam di Kotim bukan lagi sekadar pelanggaran kecil, melainkan sudah menjadi fenomena sosial yang berlangsung terbuka. Dan di sinilah publik mulai melihat sesuatu yang janggal
Ketika satu lokasi menjadi sorotan dan diminta untuk ditertibkan, publik justru mendengar bahwa masih ada lokasi lain yang tetap beroperasi tanpa gangguan berarti.
Jika hukum hanya bergerak pada satu titik, sementara titik lain dibiarkan, maka pesan yang muncul bukanlah penegakan hukum.
Yang muncul justru kesan selektif.
Hukum Tidak Boleh Memilih Lawan
Seorang anggota DPRD Kotim bahkan pernah mengingatkan bahwa penindakan terhadap perjudian harus dilakukan secara konsisten agar tidak muncul kesan pembiaran terhadap aktivitas ilegal tersebut.
Peringatan ini sangat relevan
Karena dalam banyak kasus di daerah, praktik perjudian seperti sabung ayam tidak pernah berdiri sendiri. Ia biasanya bertahan karena adanya jejaring sosial, ekonomi, bahkan perlindungan informal yang membuatnya sulit disentuh.
Baca Juga : Polres Kotim Tingkatkan Patroli Antisipasi Pencurian Selama Ramadan
Jika aparat hanya menindak lokasi yang “mudah”, tetapi membiarkan lokasi lain yang lebih kuat atau lebih sensitif, maka masyarakat dengan cepat membaca pola itu.
Dan ketika masyarakat sudah membaca pola, maka yang runtuh bukan hanya satu arena sabung ayam. Yang runtuh adalah kepercayaan publik terhadap hukum.
Momentum Ramadan untuk Bersih-Bersih
Ramadan sebenarnya bisa menjadi momentum yang tepat untuk melakukan penertiban secara menyeluruh. Bukan sekadar penggerebekan simbolik. Tetapi penertiban yang benar-benar serius:
memetakan seluruh lokasi perjudian, menutup arena secara permanen,dan menindak pihak yang membekingi.
Jika ada satu arena sabung ayam yang ditertibkan, maka arena lain juga harus ditertibkan. Jika ada satu kelompok yang ditindak, maka kelompok lain juga harus ditindak.
Karena hukum tidak boleh bergerak seperti lampu sorot yang hanya menerangi satu sudut. Hukum harus seperti matahari: menyentuh semua tempat tanpa kecuali.
Baca Juga : Gubernur dan Wagub Kalteng Akan Laksanakan Safari Ramadan 1447 H ke Kabupaten/Kota
Publik Menunggu Ketegasan
Kotawaringin Timur bukan daerah kecil tanpa kontrol sosial. Informasi bergerak cepat, kabar menyebar dari mulut ke mulut, dan masyarakat mengetahui dengan cukup baik di mana saja aktivitas perjudian berlangsung.
Karena itu, yang kini ditunggu bukan lagi sekadar pernyataan. Yang ditunggu adalah ketegasan. Penertiban sabung ayam akan memiliki makna jika dilakukan secara adil.
• Tanpa Pengecualian
• Tanpa Perlindungan
• Tanpa Tebang pilih
Sebab jika hukum hanya tajam ke satu arah, maka sabung ayam mungkin saja berhenti di satu tempat. Tetapi di tempat lain, ia akan terus berkokok. [Red]














Discussion about this post