Kalteng Today – Kuala Kurun, – Sebanyak tiga perusahan yang melintasi di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) yakni di jalan menuju objek wisata taman hutan raya (Tahura) Lapak Jaru. Untuk itulah, Pihak DPRD Kabupaten Gumas pun angkat bicara terkait produksi beberapa perusahan tersebut yang merusak jalan, bahkan dokumennya izin kegiatan di wilayah Kabupaten Kapuas.
“Kalau kita melihat dari beberapa dokumen izin sebagian dari mereka ini, berada di wilayah Kapuas. Dan membawa hasil daripada produksi tambang batu bara , namun kenapa melewati jalan kita Kabupaten Gumas,” sesal Sekretaris Komisi II DPRD Gumas Untung J Bangas, Selasa (25/4).
Untuk itu kata dia, kedepan akan dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan beberapa perusahan yang beroperasi, yang melintasi jalan objek wisata Tahura Lapak Jaru tersebut.
Disisi lain, jelas dia, pihaknya tidak membatasi dalam berinvestasi, akan tetapi jangan sampai melakukan kesengsaraan terhadap masyarakat khususnya di Kabupaten Gumas.
“Kalau berinvestasi itu silahkan saja, akan tetapi jangan sampai melakukan kesengsaraan masyarakat. Maka kalau tujuan mereka bagus kenapa tidak, namun jangan sampai merusak jalan umum untuk fasilitas warga ke Tahura,” ungkap Untung.
Sementara itu, Kepala DLHKP Kabupaten Gumas Yohanes Tuah menegaskan yang menyebabkan kerusakan jalan yang cukup parah, aktivitas angkutan truk batu bara yang melintas di ruas jalan kabupaten menuju objek wisata Tahura Lapak Jaru Kuala Kurun. Bahkan, dinilai sangat membahayakan pengunjung yang akan berwisata disana.
“Adanya aktivitas angkutan truk batu bara ini, kami sudah dua kali menyurati perusahaan dan satu kali melakukan pertemuan untuk melayangkan komplain, karena aktivitas mereka membahayakan pengunjung yang datang berwisata ke tahura,” beber Yohanes Tuah.
Baca juga : DPRD Gumas Minta Pemkab Perhatikan Jalan Lingkungan Kelurahan Dan Kecamatan
Diminta dalam pertemuan itu, jelasnya, secara persuasif kepada perusahaan agar memperhatikan kondisi jalan, jangan berkonvoi, serta melakukan aktivitas angkutan di malam hari. Apabila siang hari, aktivitas angkutan itu mengganggu pengunjung, ingin berwisata di Tahura Lapak Jaru.
“Akan tetapi saat ini, jalan menuju tahura terus mengalami kerusakan, sehingga berdampak pada penurunan jumlah pengunjung, dan bahkan berimbas di dalam PAD di dinas juga ikut mengalami penurunan,” tandas dia. [Red]














Discussion about this post