Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Pengurus Biro Pengembangan Anggota Pengurus Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) sekaligus mantan Gubernur DEMA FEBI UIN Palangka Raya, Muhammad Asy-Syifa’ Alqolbiy mengkritik keras kenaikan penghasilan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Seperti yang diketahui, kini penghasilan para legislator di senayan mencapai Rp 100 juta per bulan dan ditambah tunjangan perumahan sebesar Rp 50 juta per bulan, menuai sorotan publik.
Dengan total 580 anggota DPR, ia menyebutkan bahwa negara pun harus menyiapkan anggaran hingga Rp 1,7 triliun hanya untuk menggaji para wakil rakyat sepanjang tahun 2025.
“Di saat masyarakat berjuang keras memenuhi kebutuhan dasar, DPR justru mendapatkan tunjangan perumahan fantastis, ditambah tunjangan beras dan bensin. Kebijakan ini semakin memperlebar jurang ketimpangan ekonomi,” katanya kepada awak media, Rabu (27/8/2025).
Pihaknya menilai, keputusan menaikkan tunjangan tidak mencerminkan rasa empati wakil rakyat terhadap kondisi nyata di lapangan.
Sehingga, ketimpangan itu semakin terasa karena jumlah penghasilan DPR jauh melampaui pendapatan per kapita masyarakat Indonesia, yang rata-rata hanya Rp 6,5 juta per bulan.
Artinya, gaji anggota DPR tercatat 35,4 kali lipat lebih tinggi dibanding penghasilan warga biasa.
Menurutnya, masih banyak persoalan krusial yang membutuhkan alokasi anggaran, seperti kesejahteraan guru honorer, bantuan bagi masyarakat kurang mampu, dan penguatan daya beli rakyat.
“Daripada menambah fasilitas pribadi yang membebani keuangan negara, DPR seharusnya lebih fokus meningkatkan kinerja legislasi yang benar-benar berdampak bagi kesejahteraan rakyat. Anggaran besar itu bisa lebih bermanfaat jika dialihkan untuk pemerataan ekonomi,” jelasnya.
Baca Juga : Pemkab Barito Selatan Gelar Buka Puasa Bersama dan Pengajian Rutin
Ia menegaskan, sebagai organisasi mahasiswa ekonomi, ISMEI akan terus bersuara agar kebijakan pemerintah maupun DPR selalu berpihak pada rakyat kecil.
“Kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas, bukan kemewahan pejabat,” tutupnya.[Red]














Discussion about this post