Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotawaringin Timur (IPMK) Palangka Raya kritik mengkritik arah pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang dinilai belum menyentuh akar persoalan utama masyarakat.
Ketua Umum IPMK Palangka Raya, Muhammad Sya’ban, menilai persoalan di Bumi Habaring Hurung saat ini menurutnya cukup sangat kompleks dan membutuhkan pemetaan skala prioritas yang jelas agar penyelesaiannya tidak berjalan parsial dan berulang.
Baca Juga : Gubernur Kalteng: Kehadiran Jamwas Jadi Bekal Berharga bagi Mahasiswa UPR
“Kami berpandangan kalau Kotim ini permasalahannya sangat kompleks. Seharusnya pemerintah bisa menentukan mana yang menjadi skala prioritas untuk diselesaikan. Misalnya jalan, ya jalan dulu yang diperbaiki, irigasi untuk banjir, fokusnya ke situ. Jangan masalah belum selesai, sudah ingin menyelesaikan masalah lain,” kata Sya’ban kepada awak media, Kamis (8/1/2026).
Di sektor pendidikan, IPMK Palangka Raya juga menyoroti perlunya peningkatan kuota dan nominal Beasiswa Gerbang Menyata (GM) yang saat ini dinilai belum sebanding dengan tingginya biaya pendidikan dan kebutuhan hidup mahasiswa.
“Kalau bisa kuota Beasiswa Gerbang Menyata ditingkatkan dan nilainya dinaikkan dari Rp3 juta menjadi Rp5 juta, karena realitas di lapangan biaya pendidikan semakin tinggi,” tuturnya.
Selain itu, IPMK juga mendesak percepatan penyelesaian pembangunan asrama mahasiswa, khususnya di Kota Palangka Raya, yang dinilai sebagai fasilitas pendukung penting bagi mahasiswa daerah.
Tak hanya pendidikan, IPMK Palangka Raya menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Kotim yang rusak dari wilayah hulu hingga hilir, minimnya penerangan jalan umum (PJU), serta persoalan banjir yang terus berulang dan belum ditangani secara menyeluruh.
“Kerusakan jalan masih terjadi hampir di semua wilayah, PJU minim, dan banjir seolah menjadi masalah tahunan. Ini menandakan perlunya perencanaan pembangunan yang lebih fokus dan berkelanjutan,” ungkapnya.
IPMK Palangka Raya turut menilai pelayanan publik masih perlu banyak pembenahan, baik dari segi kecepatan layanan, efektivitas, maupun kemudahan akses bagi masyarakat.
Baca Juga : Pasar Murah dan Bantuan Pangan Presiden dan Gubernur Disambut Hangat Pelajar dan Mahasiswa Kalteng
Dalam momentum peringatan 73 Tahun Kabupaten Kotim, IPMK Palangka Raya berharap pemerintah daerah tidak sekadar merayakan usia, tetapi menjadikannya sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pembangunan.
“Usia 73 tahun ini seharusnya menjadi refleksi. Pembangunan harus tepat sasaran, pelayanan publik harus lebih baik, dan kesejahteraan masyarakat harus benar-benar dirasakan,” tutupnya.[Red]














Discussion about this post