kaltengtoday.com – Palangka Raya – Maraknya Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) di Kota Palangka Raya yang sudah meresahkan masyarakat membuat Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Shopie Ariany Sitorus angkat bicara.
Menurutnya, pemerintah kota melalui instansi terkait harus segera menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang banyak berkeliaran tersebut.
“Seharusnya Instansi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus melakukan razia terhadap gepeng yang berkeliaran di kota ini, kemudian Dinas Sosial juga harus melakukan pembinaan kepada mereka,” kata Shopie di Palangka Raya, Senin (3/2/2020)
Srikandi DPRD Palangka Raya itu juga meminta, dalam penertiban tersebut hendaknya para petugas tidak menggunakan kekerasan terhadap para gepeng.
Gunakanlah cara-cara yang tidak menyakiti mereka, bahkan berikan edukasi yang tepat mengenai apa yang mereka lakukan selama ini adalah hal yang salah, ujarnya .
Dikatakannya , maka dari itu, jangan sampai kehadiran mereka membuat Palangka Raya yang memiliki sebutan ‘Kota Cantik’ menjadi tidak cantik, akibat keberadaan para gepeng yang rata-rata diduga adalah warga dari luar kota setempat.
“Bukan melarang mereka untuk mencari nafkah di tempat kita, tetapi alangkah baiknya mereka bekerja dan bukan malah mengemis,” ucapnya di sela kegiatan kerjanya.
Diungkapkan politisi Partai Perindo tersebut, masyarakat juga dihimbau agar jangan pernah iba dan memberikan sumbangan kepada para pengemis saat berada di rumah makan maupun jalan raya.
Selama ini Palangka Raya dianggap surga bagi para pengemis, sebab saat mereka mengemis di pusat keramaian kota, masyarakat selalu memberi mereka uang lantaran iba serta ragam alasan lainnya.
“Alangkah baiknya kita jangan memberi mereka uang, meski kita iba melihat pakaian mereka yang lusuh ataupun ekspresi wajahnya,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, gepeng di Palangka Raya cukup banyak ditemui di sejumlah sudut kota, terlebih tempat-tempat umum yang menjadi pusat keramaian warga. Mereka tampak bebas berkeliaran tanpa adanya pengawasan maupun penertiban. [Red]














Discussion about this post