Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Anggota DPD RI, Agustin Teras Narang menyampaikan bulan April adalah bulan khusus bagi Gereja Kalimantan Evangelis (GKE).
Ia mengungkapkan, pada 10 April 1839, pekabaran injil oleh misionaris dari Zending Basel dan Rheinische Missionsgezelschaft Zending Barmen (RMG) menghasilkan baptisan yang kemudian menjadi cikal bakal gereja atau ecclesia yang dalam bahasa Yunani (ἐκκλησία), juga bisa dipahami dalam pengertian sebagai kumpulan jemaat, jemaat Kristen di tanah Borneo.
Selanjutnya pada 4 April 1935, berdasarkan Keputusan Nomor 33, Staatsblad Nomor 217 yang berlokasi di Banjarmasin, secara de jure lahirlah Gereja Dayak Evangelis (GDE).
Baca Juga : Bambang Irawan Tegaskan Siap Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat Soal Sengketa Lahan Dengan PBS
“Ini menandai lahirnya ecclesia dalam pengertian sebagai organisasi gereja yang sah, mandiri, dan berbadan hukum,” kata Teras Narang kepada awak media, Selasa (8/4/2025).
Dalam dinamika kesejarahan dan pengaruh visi gereja yang esa oleh Dewan Gereja-Gereja di Indonesia, maka GDE menurutnya bertransformasi menjadi GKE pada awal bulan November tahun 1950.
“Sebuah bentuk kesadaran inklusif masyarakat Dayak di GDE, yang menyadari bahwa injil bukan semata untuk mereka saja, tapi bagi semua orang, semua suku, dan bagi mereka yang menerima di mana saja pun berada,” tuturnya.
Bila menilik momen pekabaran injil pada 10 April 1839, ia menerangkan, sebagai hari lahirnya insan dan jemaat Dayak Kristen mula-mula, maka April tahun ini sudah genap 186 tahun momen baptisan tersebut.
“Sementara bila dilihat dari sisi lahirnya organisasi GDE pada 4 April 1935 yang majelis sinode-nya mulai mandiri, serta melibatkan non pendeta di dalamnya, maka April tahun ini usianya mencapai 9 dasawarsa atau 90 tahun,” jelasnya.
Baca Juga : Dewan Kota Tanggapi Putusan MA Soal Sengketa Tanah di Bangunan Puskesmas Pahandut
Dengan kata lain, ia menjelaskan, sepuluh tahun dari sekarang atau 2035 nanti akan jadi tahun Yubelium bagi GKE. Momen 100 tahun hari lahirnya organisasi GKE yang dimulai dengan nama GDE pada awalnya.
“Baik usia 186 tahun kelahiran gereja yang dipahami sebagai kumpulan jemaat, maupun 9 dasawarsa momen gereja lahir sebagai organisasi, tentu saja sama-sama penanda penting bagi GKE dan mesti dipahami serta direfleksikan sungguh oleh semua jemaat,” terangnya.
“Bahwa GKE terus berakar, bertumbuh, dan berbuah sepanjang kehidupannya membawa pewartaan yang menghadirkan perubahan baik,” imbuhnya.
Dalam momen peringatan ulang tahun komunitas dan organisasi pembawa garam dan terang ini, hari Minggu, (6/4/2025) di GKE Sakatik Palangka Raya, Teras Narang merayakan momen syukur ini bersama jemaat, baik pendeta maupun non pendeta.
Baca Juga : DPRD Kalteng Akan Bentuk Pansus Penyelesaian Sengketa di Palangka Raya
“Harapan saya dengan usia barunya GKE, gereja atau ecclesia sebagai organisasi maupun sebagai perkumpulan jemaat yang dipanggil Tuhan, akan selalu tanggap dan siap terlibat bergotong royong dengan sesama anak bangsa. Terlebih dalam memajukan daerah di mana GKE hidup dan bertumbuh,” ungkapnya.
“186 tahun lahirnya jemaat GKE mula-mula dan 9 dasawarsa lahirnya organisasi gereja. Kiranya GKE makin menyala terangnya dalam kehidupan masyarakat daerah, bangsa, dan negara kita tercinta Indonesia,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post