Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah menyampaikan, hasil reses tersebut dalam rapat paripurna ke-24 masa persidangan III DPRD Kalteng, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, di RT 05 Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah, warga mengusulkan pengaspalan Jalan Karik, pembangunan siring, serta perbaikan Jembatan Sungai Lahang sepanjang 400 meter.
“Perbaikan Jalan Usaha Tani berupa penimbunan badan jalan panjang 2 KM yang merupakan akses warga ke lahan pertanian,” ujarnya.
Selain itu, warga meminta pemasangan jaringan pipa air bersih dan pembangunan WC umum.
Lalu, di bidang perekonomian, warga Tumbang Lahang juga mengajukan bantuan mesin jahit untuk kelompok penjahit, bibit ternak babi dan ikan patin, nila, serta ikan mas untuk kelompok tani karamba.
Terdapat pula usulan bantuan alat masak kue bagi kelompok ibu-ibu UMKM serta alat pangkas rambut. Sementara di bidang kesejahteraan rakyat, masyarakat meminta dukungan pembangunan sarana ibadah.
Baca Juga : Reses di Dapil IV, Purdiono Serap Aspirasi Warga Natampin
“Mengusulkan bantuan pemasangan paving halaman Gereja GSJA ukuran 20 m x 20 m dan bantuan pembangunan WC Gereja ukuran 9 m x 8 m,” terangnya.
Adapun di RT 05 Kuluk Bendang, Desa Tumbang Kalemei, masyarakat mengusulkan pembangunan puskesmas pembantu (Pustu) dan tenaga medis. Mereka juga meminta tambahan fasilitas gereja dan sarana air bersih.
“Mengusulkan pembuatan Tower Bak tampung air bersih serta pipa jaringan saluran air menuju rumah warga,” kata Agie.
Di Kelurahan Samba Kahayan, warga menekankan perbaikan infrastruktur jalan, drainase, jembatan, dan armada angkutan sampah. Untuk mendukung ekonomi, masyarakat juga mengajukan dukungan bagi UMKM.
“Mengusukan bantuan mesin pengepak makanan ringan untuk beberapa kelompok UMKM yang sudah lama aktif,” tuturnya.
Kelurahan Kasongan Lama di Kecamatan Katingan Hilir meminta bantuan untuk paguyuban kesenian, pemasaran produk UMKM, hingga pembenahan drainase dan penerangan jalan. Warga Pagatan Hilir mengusulkan pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan.
“Masyarakat memohon kepada pemerintah untuk bisa memberikan pendidikan perguruan gratis,” jelasnya.
Dari Desa Kampung Keramat dan Mandawai, usulan yang mengemuka antara lain sarana nelayan dan petani, pembangunan infrastruktur, hingga energi alternatif.
“Masyarakat memohon kepada pemerintah untuk membantu masyarakat dalam hal pemasangan listrik tenaga matahari,” ujarnya.
Baca Juga : Adaro Spectapreneur Bartim 2025 Didik Pelaku UMKM Siap Kompetisi dan Mampu Berinovasi
Sedangkan dari Desa Galinggang, masyarakat menyoroti minimnya infrastruktur dasar dan jaringan internet. “Masyarakat memohon kepada pemerintah untuk membantu pembangunan infrastruktur desa,” katanya.
Di Kelurahan Kasongan Lama, warga juga mengangkat masalah kesejahteraan guru honorer. “Guru honorer daerah meminta honor mereka dikembalikan tanpa ada potongan,” tukasnya.
Selain itu, masyarakat menekankan soal karhutla, usulan insentif penghulu dan mantir adat, hingga sarana olahraga pemuda. [Red]














Discussion about this post