kaltengtoday.com – Pada bulan November 2019 inflasi di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami penurunan sedikit 0,39 % (mtm)dari bulan sebelumnya (Oktober) 0,48 % (mtm)
Hal ini dikatakan Deputi Bank Indonesia Setian, saat press release Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalteng di Palangka Raya , Selasa , 3 Desember 2019.
Menurut Setian, capaian ini lebih tinggi dibandingkan capaian pada bulan November 2018 yang mengalami deflasi sebesar-0,05 %(mtm).
“Capaian inflasi Kalteng lebih tinggi dari capaian nasional yang mengalami inflasi sebesar 0,14%(mtm). Dan inflasi November ini didorong oleh kelompok harga yang bergejolak, (Volatile foods)” Jelasnya.
Dikatakan dia, komuditas penyumbang inflasi bulan November 2019 antara lain daging ayam ras, ikan gabus, ikan bakar, ikan nila dan mobil.
“Dan harga ayam ras terus meningkat setiap bulannya , misalnya bulan September Rp 28.200,- per kg, Oktober Rp 35.200,- per kg dan November Rp 42.650,- per kg.” Tuturnya
Diikuti oleh bawang merah yang juga terus mengalami kenaikan dari bulan September Rp 22.500 per kg, Oktober Rp 23.950 per kg dan November Rp 28.700 per kg, kata Setian.
“Dan prospek inflasi pada periode mendatang diperkirakan salah satunya tetap pada kenaikan harga daging ayam ras,bawang merah dan komoditas makanan lainnya.” Ujarnya.
Yaya-KT














Discussion about this post