“Program ini memperoleh apresiasi karena melibatkan empat universitas di Indonesia, termasuk Universitas Palangka Raya, sehingga memperlihatkan komitmen kuat Indonesia dalam pengembangan kerja sama akademik internasional,” tuturnya.
Lebih lanjut, program ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari perkembangan teknologi lingkungan, sistem penelitian modern, serta budaya akademik internasional.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa, memperluas wawasan global, serta menumbuhkan semangat kolaborasi lintas negara.
Baca Juga : FISIP UPR Berusia 14 Tahun, Pemprov Kalteng Soroti Peran Ilmu Sosial Bangun Daerah
Melalui partisipasi aktif dalam Sakura Science Program dan penandatanganan kerja sama riset internasional, UPR menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan penelitian yang berkontribusi terhadap penyelesaian isu lingkungan global, khususnya pengelolaan ekosistem gambut yang berkelanjutan.
UPR berharap kerja sama ini dapat terus berkembang menjadi kemitraan strategis jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan tinggi, serta kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional dan internasional. [Red]














Discussion about this post