Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Meskipun harga kakao di pasaran saat ini terbilang tinggi, yaitu Rp180 ribu/kg di beberapa tempat, namun derasnya curah hujan yang turun beberapa hari ini di sebagian besar wilayah Kabupaten Barito Timur, membuat para petani kakao waswas juga.
“Apalagi sudah ada beberapa teman saya menyebar informasi berupa rekaman video di grup WhatsApp (WA), tanaman kakao mereka banyak yang terendam banjir. Hanya saja saya lupa lokasi persisnya. Kalau tidak salah sih di area Kecamatan Pematang Karau. Tanaman kakao memang rentan terhadap air apalagi banjir. Buahnya bisa membusuk,” ujar Yodi Simbar, salah seorang petani di Kecamatan Dusun Tengah, yang juga sedang mencoba berbudi daya kakao, tadi (Kamis, 19/12/2024).
Baca Juga : Ketua DPRD Mura Beri Dukungan Pengembangan Kopi dan Kakao
Ia merujuk pada kasus banjir yang menghempaskan harapan para petani kakao di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada sekitar tahun 2021. “Mungkin kalau mau ditotal, kerugiannya mencapai hampir Rp1 miliar. Dari seluruh luasan kebun kakao penduduk di sana. Akibat banjir itu, daun-daunnya langsung menguning, buahnya kecil-kecil menjadi hitam dan banyak jamur putih yang muncul di tangkai pohon,” bebernya.
Untungnya, kata Yodi, lahan miliknya dan rekan-rekan kelompok tani yang menerima bantuan bibit dari Pemkab Bartim, sekitar tiga tahun lalu, berada di dataran yang aman dari potensi banjir. Tinggal perawatan, termasuk pemupukan jika menginginkan hasil yang optimal.
Baca Juga : Bernilai Ekonomi Tinggi, Komoditas Kakao Bartim Belum Diminati
Dan dilansir dari beberapa situs terkait dengan tanaman kakao, selain factor kesuburan tanah dan keamanan dari jangkauan banjir, perawatan intensif agar tanaman tidak terserang hama, juga menjadi hal yang harus diperhatikan.
Tapi seperti kata Lurikto SP MM, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DistanKP) Bartim, beberapa saat yang lalu, budidaya kakao pada petani di sini, masih dalam tahap pembelajaran ataupun selingan. Belum menjadi komoditas unggulan yang dijadikan sandaran utama. [Red]














Discussion about this post