Kaltengtoday.com, Sampit —Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Hj. Mariani, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap minimnya akses pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya di wilayah desa dan kecamatan.
Menurutnya, kesenjangan layanan pendidikan antara kota dan desa semakin terasa bagi kelompok difabel yang justru membutuhkan perhatian lebih.
Baca Juga : Abdul Kadir Soroti Lonjakan Kasus Kriminal di Kotim: Tanda Krisis Moral, Pendidikan Karakter Harus Diperkuat
“Banyak anak difabel di desa yang tidak sekolah karena tidak ada guru khusus, tidak ada ruang belajar yang sesuai, bahkan tidak ada pemahaman dari lingkungan sekitar. Ini bukan sekadar masalah fasilitas, tapi soal keadilan sosial,” tegas Hj. Mariani, politisi Fraksi Golkar yang aktif di Komisi IV DPRD Kotim, Jum’at (10/10/2025).
Ia menilai bahwa program inklusi yang dijalankan oleh Dinas Pendidikan belum menyentuh akar persoalan. Sekolah-sekolah di desa belum memiliki sarana pendukung seperti jalur kursi roda, alat bantu belajar, atau tenaga pendidik yang memahami metode pembelajaran inklusif. Bahkan, sebagian guru belum pernah mengikuti pelatihan dasar tentang pendidikan anak berkebutuhan khusus.
“Pendidikan inklusif bukan sekadar menerima anak difabel di sekolah umum, tapi memastikan mereka bisa belajar, berkembang, dan dihargai. Tanpa pelatihan guru dan fasilitas yang memadai, inklusi hanya jadi slogan,” tambahnya.
Hj. Mariani mendorong agar Dinas Pendidikan menyusun peta kebutuhan pendidikan inklusif berbasis wilayah, dengan melibatkan pemerintah desa, kader posyandu, dan organisasi penyandang disabilitas.
Baca Juga : Dukung RAPBD Perubahan, PKB Desak Pemerataan Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Ia juga meminta agar program ini dimasukkan sebagai prioritas dalam RPJMD 2025–2029 dan mendapat alokasi anggaran khusus dalam APBD 2026.
“Kalau kita bicara hak anak, maka pendidikan inklusif bukan pilihan, tapi kewajiban negara. Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena ia berbeda,” Demikian Hj. Mariani. [Red]














Discussion about this post