Kalteng Today – Palangka Raya, – Meski jauh dari tempat tinggal, nyata nya mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Papua (Himapa) yang ada di Kota Palangka Raya dan kini sedang menuntut ilmu tidak melupakan sejarah yang ada di kampung halamannya.
Hal ini tergambar dari kegiatan yang telah dilaksanakan pihaknya, yakni melaksanakan ibadah bersama, dalam rangka memperingati masuknya Injil ke Tanah Papua atau sejak tanggal 5 februari 1855 lalu.
Menurut salah satu Pengurus Himapa, Yulianus Abiondifu menyampaikan masuknya ajaran Injil ke tanah Papua merupakan bukti nyata Kasih Tuhan.
“Masuknya pengajaran Injil pada masa itu sudah seperti lampu pijar atau harapan baru. Sebab hidup yang dilakukan dulu sudah seperti hidup dalam kegelapan, tetapi sekarang kita hidup dalam terang Tuhan,” kata, Senin (8/2).
Dirinya menceritakan sedikit terkait sejarah, yakni masuknya Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler yang datang dari Negara Belanda dan Jerman, untuk datang ke tanah Papua, mengingat juga kedua orang tersebut tidak tahu sama sekali tentang Tanah Papua pada masa itu.
“Tetapi mereka berdua di tunjuk untuk harus pergi ke Papua. Sehingga, ketika mereka tiba di Tanah Papua, tentu dengan Iman bahwa mereka utus oleh Tuhan, dan mereka turun sambil berkata dengan nama Bapa, kami menginjak tanah ini, jadi orang Doreri yang tinggal di pulau mansiman,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler sebelum tiba di Papua, sebelumnya singgah di Tanah Ternate, dan selanjutnya mereka bertemu dengan sultan ternate yang ke 10, yang kemudian mereka diberikan sebuah perahu atau kapal, sekaligus dengan peta sebagai penunjuk arah, menuju Tanah Papua.
“Walaupun Papua saat itu masih primitif atau masih dikenal dengan kanibalisme, (manusia makan manusia) tetapi mereka yakin bahwa yang menuntun perjalanan mereka adalah Tuhan. Sehingga mereka merasa tidak sendiri, tetapi mereka bersama Tuhan yang mampu mengubah segalanya,” ungkapnya.
Baca Juga :Â Tingkatkan Persaudaraan, Himapa Adakan Malam Keakraban
Dengan tegas dirinya mengutarakan, dengan kedatangan Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler. sehingga orang Papua bisa ada sebagaimana saat ini, bahkan bisa saling mengenal satu dengan yang lain.
Itu karena berkat Tuhan melalui kedua misionaris Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler, dengan perjalanan yang begitu panjang, Ottow dan Geissler Wafat kedua misionaris yang Geissler di minta dimakamkan di Papua, sedangkan Ottow di kirim kembali di Jerman,
” Melalui semua perjalanan itu, Maka setiap tahun 5 februari 1855 – 5 februari 2021 memperingati sebagai hari peradaban orang Papua ketika orang Papua hidup dalam kegelapan tetapi dengan kedatangan kedua penginjilan membawa terang di seluruh tanah Papua,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post