Kaltengtoday.com, Entertainment – Nama Lisa BLACKPINK kembali jadi perbincangan hangat, kali ini bukan karena musik atau panggung konser, melainkan layar lebar.
Idol global bernama asli Lalisa Manobal itu resmi terlibat dalam film aksi Extraction: Tygo, proyek Netflix yang sekaligus menandai debut aktingnya. Yang membuat antusiasme publik kian meningkat, sebagian besar proses syuting film ini dilakukan di Indonesia dan dijadwalkan berlangsung hingga Maret 2026.
Extraction: Tygo merupakan spin-off dari semesta Extraction (2020), film aksi-thriller yang dikenal dengan adegan intens dan skala produksi internasional.
Baca Juga : Netflix Siap Akuisisi Warner Bros Rp1.380 Triliun, Pecahkan Rekor Industri Hiburan

Dalam film ini, Lisa beradu akting dengan aktor Korea Selatan Ma Dong-seok dan Lee Jin-uk, sebuah line-up yang langsung mencuri perhatian sejak pertama diumumkan.
Sorotan semakin mengarah ke Indonesia setelah terungkap bahwa berbagai lokasi ikonik Tanah Air dipilih sebagai latar cerita.
Pemilihan ini bukan tanpa alasan. Indonesia dinilai memiliki lanskap yang beragam, mulai dari kawasan urban hingga alam terbuka, dengan karakter visual kuat yang mendukung kebutuhan film aksi berskala global.
Baca Juga : The Shadow Strays, Digaet Netflix dan Tayang Premier di Toronto Film Festival
Kawasan Kota Tua Jakarta menjadi salah satu titik utama pengambilan gambar. Nuansa klasik dari bangunan kolonial di area ini dinilai mampu menghadirkan atmosfer dramatis yang pas untuk cerita Extraction: Tygo. Beberapa ruas jalan dan bangunan di sekitar Kota Tua, seperti area Gedung Jasindo dekat Café Batavia, Jalan Kunir, Jalan Cengkeh, hingga Jalan Teh, terlihat digunakan selama proses syuting. Demi kelancaran produksi, akses di sejumlah titik sempat dibatasi sementara.
Tak hanya Jakarta, tim produksi juga bergerak ke wilayah Tangerang. Jalan KS Tubun Karawaci dan kawasan Pintu Air 10 di Kelurahan Mekarsari menjadi latar beberapa adegan penting. Lokasi ini disebut digunakan untuk sekuens aksi yang membutuhkan ruang terbuka dengan nuansa urban. Selama syuting berlangsung, pengamanan diperketat dan rekayasa lalu lintas pun diterapkan.
Produksi film ini turut melibatkan wilayah penyangga ibu kota seperti Bekasi dan Depok. Kedua kawasan tersebut digunakan untuk menggambarkan latar kota yang lebih luas dan dinamis. Variasi lokasi ini memperkaya visual film, sekaligus memberi gambaran cerita yang lintas wilayah.
Selain itu, sejumlah titik lain juga masuk dalam daftar set pengambilan gambar, di antaranya Kastil Batavia, Gedung CTC, Jembatan Baru, kawasan Muara Baru, hingga Cikini Hospital. Lokasi-lokasi tersebut berada dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya dan digunakan untuk mendukung kebutuhan adegan lintas kota dalam alur cerita.
Baca Juga : Keren! “Abadi Nan Jaya” Raih Peringkat #1 Global Non-English Film di Netflix
Menariknya, Karst Citatah di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, menjadi lokasi pertama yang digunakan dalam proses syuting. Bentang alam tebing kapur dan perbukitan khas kawasan ini dipilih karena memberi visual yang striking. Pengambilan gambar dilakukan di area wisata Indiana Camp selama lima hari, pada 18–22 Januari 2026, dengan penutupan sementara area demi keamanan produksi.
Extraction: Tygo sendiri mengisahkan Tygo (Ma Dong-seok), mantan tentara bayaran yang harus menyelamatkan rekannya, Ria (Lisa), dari penculikan organisasi kriminal pimpinan Arman Choi (Lee Jin-uk). Cerita penuh tensi ini menjanjikan aksi intens dengan latar yang tak biasa.
Selain Bandung Barat, Jakarta, dan kawasan sekitarnya, produksi film ini juga dikabarkan mengambil lokasi di Bogor hingga Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat. Meski belum ada konfirmasi resmi, kabar tersebut semakin menegaskan Indonesia sebagai key location dalam proyek ambisius Netflix ini.[Red]














Discussion about this post