Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) seluruh kecamatan di Kota Palangka Raya saat ini telah selesai.
Proses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan usulan pembangunan di wilayah masing-masing. Namun, anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, mengingatkan masih ada tantangan dalam merealisasikan hasil musyawarah tersebut.
Hatir menegaskan, Musrenbang merupakan salah satu jalur resmi dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan juga bisa menyampaikan usulan melalui Pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD.
Baca Juga : Legislator PDI-P Bartim Respon Positif Usulan-usulan Dalam Musrenbangcam
“Jadi memang sekarang ini ada beberapa wadah untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat. Bisa lewat Pokir di dewan, bisa juga lewat Musrenbang,” tuturnya
Politisi Partai Demokrat Kalteng ini mengakui, kendala utama dalam pelaksanaan hasil Musrenbang adalah keterbatasan anggaran.
Dan, tidak semua usulan bisa langsung direalisasikan dalam satu waktu dan ia berharap hasil Musrenbang yang sudah disusun dari tingkat kecamatan hingga kota dapat benar-benar diperhatikan dan diimplementasikan secara bertahap.
“Harapan kita sebenarnya yang sudah melewati Musrenbang di kecamatan, lalu nanti sampai ke tingkat kota, kemudian sampai ke provinsi bahkan nasional, itu bisa direalisasikan. Walaupun secara bertahap, tapi tetap harus terlaksana,” terangnya.
Musrenbang menurutnya juga memiliki peran penting dalam perencanaan pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat.
Baca Juga :10 Usulan Disepakati Dari 114 Usulan Awal Kecamatan Dusun Tengah Pada Musrenbangcam 2025
Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah benar-benar memperhatikan hasil dari musyawarah ini, sehingga pembangunan yang dilakukan tepat sasaran dan sesuai dengan harapan warga.
“Rasanya memang tidak mungkin semuanya sekaligus, tapi kita sangat berharap hasil musyawarah dengan masyarakat ini bisa terlaksana,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post