
-
Cin(T)a (2009)
Film independen yang sangat ikonik ini membahas tema yang cukup berani di masanya: cinta beda agama dan etnis. Lewat karakter Cina (seorang mahasiswa Tionghoa) dan Annisa (seorang muslimah), kita diajak menyelami dialog-dialog cerdas tentang Tuhan, cinta, dan identitas.
Baca Juga :Â Heboh! Lisa BLACKPINK Syuting Film Netflix di Jakarta Kota hingga Tangerang
Meski dibalut dengan gaya yang minimalis, pesan tentang toleransi di dalamnya sangat kuat dan relevan untuk ditonton kembali di momen seperti sekarang.
 7. Red Flower and Green Leaves (2019)
Jika ingin melihat perspektif yang berbeda, film asal Tiongkok ini adalah pilihan yang luar biasa. Film ini mengisahkan dinamika pasangan dari etnis Hui, kelompok minoritas Muslim di Tiongkok.
Dengan latar pedesaan yang tenang, film ini memperlihatkan sisi lain dari budaya Tionghoa yang ternyata memiliki akar Islam yang kuat dalam keseharian mereka. It’s a rare gem that shows the diversity within China itself.
Menghargai Keberagaman Lewat Layar Perak
Februari 2026 bukan sekadar tentang libur panjang, tapi tentang merayakan identitas sebagai bangsa yang majemuk. Lewat deretan film di atas, kita diajak melihat bahwa lampion merah dan sajadah bisa berada di satu ruang yang sama dengan penuh harmoni.
Jadi, sudah siap maraton film di hari-hari pertama Ramadan yang berbarengan dengan sisa perayaan Imlek ini?[Red]














Discussion about this post