Enam Sumur Lama Belum Cukup
Sementara itu, Ali Akbar, Askep Humas PT Sukajadi Sawit Mekar, menjelaskan bahwa pengerahan alat berat untuk menggali sumur tersebut merupakan bantuan spontanitas perusahaan dalam menghadapi musim kemarau panjang sekaligus bagian dari upaya pencegahan karhutla.
Baca Juga : DPRD Palangka Raya Ingatkan Warga Tidak Membakar Lahan Selama Musim Kemarau
“Karena musim kemarau kita panjang, jadi kita diminta Pak Damang untuk membantu warga membuat sumur. Hari ini kita turunkan alat berat excavator untuk menggali sumur di 10 titik,” ujar Ali Akbar dikonfirmasi KaltengToday.com via telpon.
Ali menjelaskan, sebelumnya pihak perusahaan bersama masyarakat telah membuat sekitar enam titik sumur. Namun, kedalaman sumur tersebut ternyata belum mampu menyediakan air yang cukup, terutama ketika kondisi kemarau semakin panjang.
Karena itu, penggalian kembali dilakukan dengan kedalaman yang lebih memadai agar sumber air dapat bertahan dan dimanfaatkan masyarakat di tengah kondisi kekeringan.
“Sebelumnya sudah pernah dibuatkan enam titik. Namun karena kedalamannya tidak cukup untuk memperoleh air bersih di tengah musim kemarau ini, maka sekarang kita buatkan yang lebih dalam,” jelasnya.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Ketersediaan sumber air juga memiliki fungsi penting dalam menghadapi potensi karhutla, terutama ketika vegetasi dan lahan berada dalam kondisi kering.
Bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Ali menegaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang berada di sekitar wilayah perkebunan.
Ia menyebut, dalam pelaksanaannya perusahaan juga berkoordinasi dan bekerja sama dengan perusahaan perkebunan lainnya, termasuk perusahaan yang berada dalam kelompok Wilmar.
“Ini juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial kami, pihak perusahaan kepada warga masyarakat yang membutuhkan bantuan. Selain itu, dalam kegiatan ini kami juga bekerja sama dengan perusahaan perkebunan lainnya seperti Wilmar Grup,” ungkapnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat bukan hanya dilakukan ketika terjadi persoalan kekeringan. Program sosial perusahaan, khususnya melalui PT Sukajadi Sawit Mekar (SSM) Estate Sebabi, telah berjalan dalam berbagai bidang.
Baca Juga : DPRD Palangka Raya Ingatkan Ancaman Karhutla Meningkat saat Musim Kemarau
Program tersebut mencakup sejumlah sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga pembangunan infrastruktur.
“Program CSR khususnya PT Sukajadi Sawit Mekar Estate Sebabi juga membantu masyarakat dari kategori kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan itu sudah lama berjalan kepada masyarakat,” tambah Ali.














Discussion about this post