Kaltengtoday.com, Sampit– Kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat kembali ditunjukkan di tengah musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah. Damang Kepala Adat Kecamatan Telawang, Yustinus Saling Kupang, turun langsung membantu warga dengan memfasilitasi pembuatan sumur untuk memenuhi kebutuhan air sekaligus mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebanyak 10 titik sumur digali menggunakan alat berat excavator. Bantuan tersebut direalisasikan melalui dukungan perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah setempat, di antaranya PT Sukajadi Sawit Mekar (SSM) dan PT Maju Aneka Sawit (MAS).
Aktivitas penggalian terlihat dilakukan di sejumlah titik dengan kondisi tanah yang cukup dalam. Excavator dikerahkan untuk membuka lapisan tanah hingga mencapai bagian yang diharapkan dapat menjadi sumber air bagi masyarakat.
Baca Juga : Ketua DPRD Palangka Raya Imbau Warga Tidak Membakar Lahan Selama Musim Kemarau
Yustinus mengatakan, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, terlebih kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat kebutuhan terhadap sumber air semakin mendesak.
Menurutnya, keberadaan perusahaan di tengah masyarakat seharusnya tidak hanya dilihat dari aktivitas perkebunan, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan ini. Saat masyarakat membutuhkan air, perusahaan hadir dan membantu. Ini merupakan bentuk kepedulian yang nyata kepada masyarakat,” kata Yustinus, kepada kaltengtoday.com, Selasa 18 Agustus 2026.
Ia menilai, hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar harus dibangun melalui komunikasi serta kepedulian yang berkelanjutan. Ketika masyarakat menghadapi persoalan, menurutnya, perusahaan yang berada di sekitar wilayah tersebut idealnya dapat menjadi bagian dari solusi.
Yustinus bahkan mengaku selama ini melihat adanya respons positif dari pihak perusahaan ketika masyarakat membutuhkan dukungan.
“Selama ini kalau masyarakat membutuhkan bantuan, pihak perusahaan selalu siap sedia. Ini yang wajib kita apresiasi. Kalau memang bagus, ya kita harus katakan bagus. Begitu juga sebaliknya, kalau ada yang kurang baik, kita harus berani menyampaikan. Kita harus adil dalam memberikan pendapat,” ujarnya.
Baginya, sikap terbuka seperti itu penting agar hubungan masyarakat dengan perusahaan tetap terjaga dengan baik. Ia berharap kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.














Discussion about this post