Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Gula aren atau gula merah produksi lokal Kabupaten Barito Timur, kini mulai dilirik warga masyarakat, setelah sempat adem ayem pemasarannya.
Seperti mengikuti tren, pemasaran juga tidak melulu dilakukan secara konvensional. Melainkan lewat media sosial alias online. Cara ini, diyakini lebih efektif menjangkau pasar dan kemasan kata-kata penawarannya.
Baca Juga :Â Khemal Nasery: Duta Mall Harus Beri Ruang UMKM dan Prioritaskan Tenaga Lokal
“Saya tawarkan dengan harga Rp5.000 per plastik, dan kalau mau lebih murah per kotak plastik mika Rp10.000. Untuk pesanan agak jauh, harga sedikit berbedalah,” tutur Ny. Mia, warga Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur tadi (Jumat, 29/8/2025).
Adapun saat ini, daerah penghasil gula aren yang masih produktif adalah di Kecamatan Pematang Karau. Tepatnya Desa Bararawa dan Desa Tumpung Ulung, yang dikenal sejak dulu mutunya.
Baca Juga :Â Fairid Nafarin Ingin Pelaku UMKM Terus Berinovasi Untuk Hadapi Tantangan
“Saya pernah pacu produksi mereka, dan saya sarankan agar kemasan juga dipikirkan karena itu sangat mempengaruhi ketertarikan secara visual,” ujar Edy Adwar, mantan Camat Pematang Karau, beberapa waktu yang lalu ketika ngobrol tentang gula aren.
Pola pemasaran online, juga ditemui di beberapa grup WhatsApp (WA) dan sambutan pembeli pun cukup hangat. Jika ini pertanda bahwa produk lokal cukup diminati, mungkin apa yang disarankan Edy Adwar perlu dipikirkan; bagaimana packaging (kemasan)nya bisa menarik. [Red]














Discussion about this post