Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran memaparkan kondisi fiskal daerah yang saat ini mengalami keterbatasan.
Ia menyebutkan anggaran pembangunan mengalami penurunan signifikan dibanding periode sebelumnya, sehingga diperlukan sinergi semua pihak dalam menghadapi tantangan pembangunan.
“Kami ingin melihat masyarakat bahagia, itu kebahagiaan kami. Tapi dengan kondisi anggaran yang terbatas, semua harus kita hadapi bersama,” katanya, Senin (4/5/2026).
Meski demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) menurutnya akan tetap berkomitmen terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk buruh.
Baca Juga : Rakorda 2026, Aisyah Sabran Tekankan Pentingnya Peran Keluarga dalam Pembangunan SDM
Salah satu kebijakan yang ditekankan adalah kewajiban perusahaan untuk memprioritaskan dan memenuhi hak setiap tenaga kerja lokal.
“Kalau ada investasi masuk, tenaga lokal harus diutamakan. Wajib menerima tenaga kerja lokal, itu komitmen kami,” tuturnya.
Ia juga menegaskan komitmennya dalam sektor pendidikan sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.
Terlebih, Pemprov Kalteng telah menggagas program kuliah gratis serta berbagai intervensi sosial untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk keluarga buruh.
Baca Juga : Kemiskinan Tinggi, DPRD Tumpul Siapa Sebenarnya yang Gagal di Kotawaringin Timur?
“Kami tidak ingin melihat anak-anak Kalimantan tidak bisa sekolah. Pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan,” tuturnya.
Pemprov Kalteng berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog konstruktif bersama seluruh elemen masyarakat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. [Red]














Discussion about this post