Kalteng Today – Palangka Raya, – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Cabang Palangka Raya, melalui Badan Pengurus Cabang (BPC) melaksanakan Konferensi Studi Lokal (KSL) dengan menggunakan metode daring.
Menurut Ketua Pelaksana KSL, Yosa Prasetya mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Konferensi Cabang (Konfercab) ke – XXX yang dilaksanakan setiap dua (2) tahun sekali.
Dalam kegiatan tersebut pihaknya menghadirkan narasumber, seperti Direktur BiT Yanedi Jagau, Perwakilan JPIC Kalimantan Sani Lake, KOMDA PMKRI Romundus Romi, dan Founder Forfeka Novia Adventy Juran. Kali ini pihaknya mengangkat tema “Gerakan Kalimantan Baru Dalam Perspektif Dayak,”.
“Kegiatan KSL ini merupakan hasil dari diskusi dan masuk dalam pergumulan yang menurut kami cukup urgen saat ini, terkhusus untuk dipahami oleh kaum muda,” kata Yosa kepada Kalteng Today, Jumat (12/3).
Dirinya menyebutkan, persoalan agraria merupakan salah satu fokus yang angkat dalam pembahasan, terkhusus di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Mengingat cukup banyaknya konflik yang terjadi di sektor tersebut, sehingga dirasa perlu untuk semua pihak memahami persoalan lebih jauh.
“Ada beberapa catatan yang disampaikan oleh para narasumber tadinya, seperti orang Dayak harus berani tampil dan bersatu serta lebih maju, maka semua itu harus dimulai dari desa,” ungkapnya.
Baca Juga : GMKI Salurkan Bantuan Baju Layak Pakai Untuk Korban Kebakaran Palangka Raya
Selain itu, dirinya menegaskan perempuan Dayak harus mampu berkiprah dalam mewujudkan Kalimantan Baru, seperti dengan memperjuangkan mekanisme yang memerdekakan perempuan.
“Kita sebagai orang lokal juga harus mampu berpengaruh dan tidak hanya menjadi ekor atau pengikut, sehingga hal ini dapat merugikan untuk kedepannya. Seperti pemuda Dayak saat ini juga harus ikut dalam arus pembangunan daerah dan negara ini,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post