Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Acara tahunan Festival Nariuk, yang dimotori Dinas Pariwisata Budaya’ Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Barito Timur, yang baru saja selesai, dinilai menjadi pemicu semangat mengangkat tradisi peninggalan nenek moyang.
Dan menurut beberapa warga, hal itu menjadi poin positif bagi identitas Kabupaten Barito Timur. Lagipula, kegiatan serupa terasa semakin menggeliat di Gumi Jari Janang Kalalawah ini.
Baca Juga : Infrastruktur Sebagai Pondasi Utama Pengembangan Sektor Pariwisata Kalteng
Sebut saja Festival Ngikep yang belum lama ini dilaksanakan oleh Pemdes Betang Nalong, Kecamatan Patangkep Tutui. Di mana di festival tersebut, cara penangkapannya yang menggunakan tangan, juga merupakan tradisi leluhur dalam menangkap ikan di musim kemarau.
“Kita akan patenkan Ngikep jadi agenda budaya di Patangkep Tutui, bahkan jadi kalender kegiatan tahunan,” tandas SS Octavianus, Camat Patangkep Tutui, ketika dibincangi media ini lewat telpon, Senin, (19/8/2024)
Sebenarnya pun, kata Octa di lain tempat secara terpisah, belum lama ini, Desa Lalap pun siap dengan kegiatan Gagap, serupa Ngikep. Sehingga dengan demikian, festival budaya tradisional akan makin mewarnai Bartim.
Baca Juga : Pemenang Putra Putri Pariwisata Gumas di Raih Kecamatan Sepang
“Dengan kegiatan-kegiatan semacam itu, kita bisa tunjukkan pada dunia luar, bahwa Bartim menjunjung tinggi nilai-nilai peninggalan leluhur. Di mana dari kearifan lokal ini, nenek moyang kita mengajarkan keseimbangan dengan alam. Memanfaatkannya dengan bijaksana, bukan merusaknya,” tutur Martin, pemuda asal Kecamatan Dusun Timur. [Red]














Discussion about this post