Kalteng Today – Palangka Raya, – Jajaran DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020, guna mendengarkan pemandangan umum Fraksi Pendukung DPRD Kalteng terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rancangan APBD (RAPBD) Tahun Anggaran (TA) 2021.
“Pemprov Kalteng dituntut untuk cerdas dan kreatif dalam menghasilkan dan mengelola sumber-sumber pendapatan, Pemprov Kalteng diharapkan tidak sekedar membelanjakan dan menghabiskan anggaran sumber-sumber pendapatan alternatif perlu digali secara kreatif dan inovatif dengan mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada secara efektif dan efisien,” kata Anggota DPRD Kalteng, Yulilis kepada awak media, Selasa (24/11).
Dirinya menjelaskan salah satu upaya yang patut diperhatikan yakni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran dengan memanfaatkan Corporate Social Responsibilty (CSR) yang lebih terintergrasi.
Lebih lanjut, menurutnya yang tidak kalah penting, yakni pengendalian atas kebocoran pendapatan, upaya ini perlu dilakukan secara kreatif melalui langkah-langkah terobosan dan tidak sebatas rutinitas dan seremonial.
“Begitu juga dengan upaya peningkatan efisiensi administrasi pajak dalam rangka peningkatan pendapatan daerah, maka diperlukan upaya kampanye penyadaran masyarakat membayar pajak,” ucapnya.
Untuk itu, dirinya meminta kepada Pemprov Kalteng, agar dapat memaksimalkan sejumlah program-program prioritas yang telah dianggarkan pada RAPBD Tahun Anggaran 2021, dengan harapan dapat memberikan dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. [Red]














Discussion about this post