Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Fraksi Gerindra DPRD Kalimantan Tengah menilai tingginya realisasi belanja daerah pada APBD Tahun Anggaran 2025 merupakan capaian yang patut diapresiasi.
Namun, besarnya penyerapan anggaran tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pembangunan dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Fraksi Gerindra menyampaikan bahwa indikator keberhasilan pengelolaan anggaran tidak hanya diukur dari tingginya realisasi belanja, tetapi juga dari efektivitas program serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Pelayanan Publik Jadi Fokus Utama Pemprov Kalteng di Tengah Penurunan APBD
Juru bicara Fraksi Gerindra. Wengga Febri Dwi Tananda menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran yang telah dibelanjakan harus mampu menghasilkan pembangunan yang berkualitas, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Realisasi belanja yang tinggi harus sejalan dengan peningkatan kualitas pembangunan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Fraksi Gerindra juga mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar terus meningkatkan efektivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program pembangunan. Evaluasi terhadap pelaksanaan APBD dinilai penting agar berbagai kekurangan dapat diperbaiki pada tahun anggaran berikutnya.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan memastikan setiap program yang dibiayai APBD memiliki indikator kinerja yang jelas, tepat sasaran, dan mampu memberikan hasil yang berkelanjutan bagi pembangunan daerah. Dengan demikian, tingginya penyerapan anggaran tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga menghasilkan kualitas pembangunan yang semakin baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. [Red]














Discussion about this post