Kaltengtoday.com – Tamiang Layang – Bermula dari ide menciptakan pengajian yang bersegmen kaum milenial, beberapa pegiat dari organisasi kepemudaan maupun non organisasi di Kabupaten Barito Timur, berembuk untuk dapat menggelar kegiatan yang diharapkan dapat mengokohkan rasa kesatuan.
“Terus terang kami belum punya label alias nama kelompok ini. Sementara biar dinamakan dulu, antara dua nama. Kalau tidak Forum Ngaji Omongin Persoalan Iman (Ngopi) ya Youth Moslem Society (YMS). Karena awalnya kami ingin bikin aja dulu agenda kegiatan-kegiatan yang ringan, nggak muluk-muluk, Seperti kumpul, ngopi bareng, sambil ngaji dan diskusi keagamaan dibimbing ustadz yang ngerti komunikasi ke anak milenial. Tapi melihat belakangan ini, kita lihat di youtube, banyak yang ‘aneh-aneh’., kita jadi berfikir sedikit melebarkan isu lah,” tutur Wawan Soemarsono, penggagas komunitas mini ini saat ditemui tadi pagi (Sabtu, 17/12).
Mantan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Barito Timur tersebut memaparkan, sekarang banyak judul yang keluar di thumbnail Youtube, berkesan provokatif.
“Jadinya, bikin kelompok sana dengan sini panas-panasan, ngadu pemeluk agama A dengan B, dan lain-lain. Lah, kita jadi berpikir, coba ngomong juga deh soal unity. Persatuan. Bukan hanya di kalangan kita yang muslim, tapi juga dengan saudara-saudara kita yang beragama lain,” papar Wawan Soemarsono, penggagas komunitas mini ini saat ditemui tadi pagi (Sabtu, 17/12).
Meski sementara hanya beranggotakan lima orang saja, sebagai pegiat inti kelompok, Wawan menyatakan justru baik. Malah dia dan teman-temannya tidak ingin banyak anggota, namun hanya membuat penuh list kepengurusan semata. Hal tersebut pun diamini Roby, rekan Wawan yang selama ini bertindak sebagai sekretaris.
“Kami prihatin dengan banyaknya organisasi yang punya struktur gendut, tapi begitu bergerak jadi kurus. Pas pembagian dana apalagi!..” celetuknya sambil tertawa terbahak-bahak.
Namun demikian menurut Roby, adanya forum ini bukan untuk menggembosi atau menyaingi kelompok lain. Karena merupakan wadah menuangkan aspirasi yang mungkin tidak pernah tertampung di organisasi asal mereka.
Lebih jauh ia melanjutkan, “Kepenginnya sih kegiatan kita biar sederhana tapi kontinyu. Dan kayaknya kita nggak berharap pada bantuan pemerintah. Lagian ini kan belum jadi organisasi resmi. Masih bersifat forum atau wadah kumpul aja. Makanya, kita juga punya teman-teman generasi muda yang duduk si pemerintahan ataupun di kursi legislatif, tidak serta merta dimasukkan dalam kepengurusan. Kita hadirkan mereka untuk memberikan kontribusi pemikiran, syukur lainnya. Sementara ini, ya kami berlima yang menentukan apa-apanya. Ada beberapa teman juga sih, para mualaf, yang membantu kegiatan,” imbuhnya.
Baca juga : Kemenag Himbau Umat Muslim Berzakat Fitrah Lebih Awal
Selain berkumpul berdiskusi sambil mengaji, komunitas kecil yang bersepakat tak dicampuri kepentingan politik ini beberapa kali sudah melakukan aksi sosial. Seperti mengunjungi panti asuhan atau berbagi rezeki ke panti jompo maupun kaum dhuafa.
Baca juga : Umat Muslim di Gumas Diimbau Bayar Zakat Lebih Awal
“Jumlahnya sih kecil, karena hasil kolektif dari kantong kami sesuai kemampuan masing-masing. Kalau ditertawakan ya biar. Habis mau gimana?Faktanya,(sumbangannya) memang kecil, karena kelompok kami ini kecil. Daripada kelompok yang strukturnya besar, tapi gerakannya malah kecil?” kata Wawan, disambut anggukan teman-temannya.[Red]














Discussion about this post