Menurut laporan Variety, proses syuting sudah selesai dilakukan. Artinya, saat ini tinggal masuk tahap editing dan promo. Film ini dijadwalkan tayang akhir tahun 2025, pas untuk menutup tahun dengan sensasi merinding di bioskop.
Apakah film ini bakal seseram versi aslinya? Atau justru lebih ngeri karena vibe-nya lebih relate sama kita? Yang jelas, Falcon dan GDH sudah menunjukkan mereka sangat serius menggarap remake ini, apalagi ini kolaborasi mereka yang kedua setelah sukses dengan adaptasi Pee Mak sebelumnya.
Baca Juga : Jumbo Tembus 3 Juta Penonton, Pecahkan Rekor Film Animasi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Remake Shutter ini bukan cuma sekadar proyek nostalgia, tapi juga ajang pembuktian bahwa film horor Asia Tenggara punya kualitas dan potensi internasional. Apalagi sekarang penonton semakin kritis, cerita horor yang bagus tidak bisa cuma andalkan “penampakan hantu loncat-loncat” atau “jeng jeng shot” doang.
So, siap-siap! Akhir tahun 2025 nanti bioskop bakal jadi tempat uji nyali lagi. Jangan lupa ajak geng kamu, karena nonton film horor sendirian itu bukan ide bagus.[Red]














Discussion about this post