Kaltengtoday.com, Tamiang Layang – Tidak seseram yang dibayangkan sekilas saat membaca judul tulisan ini. Tapi juga tidak bisa diabaikan fakta beberapa kali kegaduhan terjadi saat konser musik berlangsung di Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur.
“Yang bikin onar itu mereka yang dari luar Ampah, biasanya dari wilayah ‘dalam’ sana dan tidak paham musik rock atau pop lah. Apalagi underground!..Mereka terbiasa dengan pertunjukan musik lokalan yang memang penontonnya biasa mabuk dan tidak bisa bersenggolan. Kalau anak-anak Ampah dan sekitarnya, biar preman dan mabuk, masih tahu kawan dan musik rock, jadi tidak onar, ” komentar beberapa anak band dan penikmat musik di Ampah, secara acak dan senada.
Baca Juga :Â Siswandi Tanggapi Pembatalan Konser Musik di Kalteng
Beberapa pegiat seni pun, mempertimbangkan hal ini sebagai faktor utama yang harus diperhitungkan untuk mengagendakan pertunjukan di Ampah. Sesuatu yang agak memberatkan, mengingat potensi ekonomi yang ada, di mana untuk tiket dan animo penonton, Ampah sangatlah luar biasa.
“Itu yang harus kita pikirkan. Apakah perlu melibatkan aparat gabungan dalam jumlah banyak atau bagaimana. Selain masih kita analisa kelayakan gedungnya. Karena jujur saja, di Bartim belum ada sarana gedung yang layak akustiknya sebagai gedung pertunjukan musik, ” ucap Octavianus, salah seorang seniman sekaligus aparatur sipil, tadi (Selasa,. 5/5/2026).
Baca Juga :Â Ketua DPRD Gumas Memahami Larangan Konser Musik Pada Pilkada
Dan di satu sisi, Octavianus dan beberapa pegiat seni, khususnya musik di Bartim, mengakui jika saat ini kondisinya berbeda jauh dengan dulu, di mana saat itu perusahaan rokok bisa menjadi sponsorship, atau dana dukungan dari Pemkab Bartim bisa membantu.
“Efisiensi Anggaran yang sedang kita hadapi, sebenarnya tantangan juga, bagaimana kita bisa survive. Kita tetap berjuang mencari anggaran agar kegiatan seni tidak bergantung pada satu sumber keuangan saja, ” lanjutnya lagi diabaikan teman-temannya. [Red]














Discussion about this post