kaltengtoday.com – Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan pengembangan budidaya bawang putih sulit dilakukan di wilayah setempat karena berbagai faktor.
Sejumlah faktor itu di antaranya kondisi alam yang meliputi struktur tanah, ketinggian daratan dari permukaan laut, suhu maupun cuaca. Selain itu diperlukan varietas yang benar-benar cocok dengan semua faktor tersebut, kata Kepala BPTP Kalteng Dr Syamsuddin di Palangka Raya, Selasa.
“Pengembangan bawang putih dengan sejumlah varietas berbeda pernah dilakukan di Kalteng, namun sayangnya belum berhasil,” katanya.
Upaya pengembangan itu pernah dilakukan di Palangka Raya, dengan varietas yang diujicobakan meliputi varietas lokal lumbu hijau, lumbu kuning serta varietas bawang putih impor.
Ketiganya belum berhasil dikembangkan lantaran suhu yang terlalu tinggi dan muka air tanah rendah akibat iklim basah, sehingga menjadi penyebab tidak berhasilnya uji coba tersebut.
Saat ini budidaya bawang putih dilakukan di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat serta Sumatera Utara. Namun tingkat produksinya pun belum mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat.
“Mengingat kebutuhan terhadap bawang putih jauh lebih banyak jika dibandingkan produksi, sehingga pada akhirnya masih perlu dilakukan impor,” kata dia.
Ia menjelaskan, Kalteng memiliki lahan yang cukup luas untuk pengembangan budidaya hortikultura, tetapi sayangnya untuk bawang putih belum tersedia. Namun upaya pengembangan budidaya tersebut sebenarnya masih memungkinkan.
Seperti dilansir Antara (11/2/2020) menelusuri wilayah-wilayah baru yang memiliki dataran tinggi atau perbukitan di wilayah Murung Raya maupun Lamandau. Namun jika dilakukan, daerah yang hendak diuji coba harus di luar kawasan hutan sehingga cukup sulit dilakukan.
“Semua faktor harus kita perhatikan untuk pengembangan budidaya bawang putih dan salah satunya yang tidak kalah penting, harus berada di luar kawasan kehutanan,” ujar Syamsuddin.
Dhann-KT














Discussion about this post