“Kami menekankan akan pentingnya pelaksanaan langkah-langkah strategis yang telah ditentukan oleh masing-masing pokja,” tuturnya.
Sebab, menurutnya pelaksanaannya harus dibatasi dengan tenggat waktu yang jelas dan dapat dievaluasi secara berkala guna memastikan capaian target yang terukur.
Dalam arahannya, Jaksa Agung menyampaikan evaluasi dan instruksi khusus kepada masing-masing bidang dan badan Kejaksaan RI.
Seperti untuk Bidang Pembinaan agar percepatan pengalihan pengelolaan Rupbasan dan pelibatan TNI untuk perlindungan jaksa.
Lalu, Bidang Intelijen untuk juga segera melakukan penegasan pengawasan Pengamanan Pembangunan Strategis agar tidak disalahgunakan dan perkuat penanganan ancaman ideologis serta konsolidasi Gakkumdu.
Setelah itu, Bidang Tindak Pidana Umum untuk melakukan penguatan kapasitas jaksa melalui pelatihan digital forensik, aset kripto, dan pemanfaatan AI.
Sedangkan, untuk Bidang Tindak Pidana Khusus melakukan penanganan korupsi harus merata dan fokus pada kasus strategis dengan percepatan eksekusi uang pengganti dan denda.
Lebih lanjut, untuk Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara agar proaktif dalam pendampingan hukum terhadap program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis dan perbaikan tata kelola.
Baca Juga : Pengelolaan Rupbasan Beralih dari Kemenimipas kepada Kejaksaan RI
Kemudian, Bidang Pidana Militer melakukan sosialisasi Pedoman Penanganan Perkara Koneksitas serta percepatan digitalisasi sistem informasi koneksitas.
Dan, Bidang Pengawasan melakukan perubahan paradigma pengawasan sebagai konsultan mutu dan penerapan kebijakan tanpa toleransi atas pelanggaran.
Sedangkan, untuk Badan Pendidikan dan Pelatihan untuk segera melakukan percepatan reakreditasi LAN sebagai penjamin mutu pelatihan. Lalu, Badan Pemulihan Aset melalukan penyusunan SOP pemulihan aset serta penataan sistem informasi Rupbasan.
Baca Juga : Kejaksaan RI dan Menteri ATR/BPN RI Bersinergi Bahas Penguatan Kerjasama Penegakan Hukum
Jaksa Agung mengingatkan bahwa di tengah tingginya kepercayaan publik, kritik dan tantangan akan terus datang. Oleh karena itu, soliditas dan integritas korps harus dijaga, sembari tetap terbuka terhadap evaluasi dan pembenahan internal.
“Ibarat pohon yang semakin tinggi, angin akan semakin kencang mene[Red]rpa. Namun, justru di situlah komitmen kita pada hukum dan keadilan diuji,” tutupnya.














Discussion about this post