Pada Rabu (14/10/2026), Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya turut mengingatkan para gubernur di Kalimantan agar lebih memprioritaskan koordinasi penanganan masalah di lapangan dan menghindari pernyataan yang berpotensi memicu polemik.
Baca Juga : Agustiar Sabran Sabet Penghargaan Indonesia Awards Dari Garuda TV
“Jangan sampai menimbulkan polemik, menguras energi, apalagi menyakiti hati warga,” kata Bima, sebagaimana dikutip dalam pemberitaan Tirto.id.
Bukan Sekadar Salah Ucap, Pola Komunikasi Perlu Dievaluasi
Gumarang menilai, polemik terbaru memperlihatkan persoalan yang sebelumnya telah ia ingatkan. Pada akhir Agustus hingga September 2026, sedikitnya dua video Agustiar lebih dahulu menjadi bahan perbincangan warganet.
Video pertama berkaitan dengan penjelasan mengenai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dalam rekaman tersebut, perhatian publik banyak tertuju pada gaya penyampaian gubernur, sementara informasi mengenai tingkat keberhasilan operasi yang disebut hanya mencapai 30 persen tidak menjadi fokus utama perbincangan.
Video berikutnya beredar pada Minggu (13/9/2026), ketika Agustiar menjelaskan bantuan air bersih di halaman Istana Isen Mulang. Cara penyampaian dan pemilihan istilah dalam video itu kembali memancing komentar warganet.
Pada Senin (14/9/2026), Gumarang telah meminta agar kejadian tersebut dijadikan bahan evaluasi. Ia menilai kritik terhadap logat atau gaya bicara semestinya tidak mengaburkan substansi kebijakan, tetapi polemik yang berulang juga tidak boleh diabaikan.
Menurutnya, ketika pesan pemerintah tidak tersampaikan secara efektif karena perhatian publik teralihkan oleh cara penyampaiannya, persoalannya tidak lagi sebatas pilihan kata. Ada kebutuhan untuk mengevaluasi teknik komunikasi dan kesiapan tim yang mendampingi kepala daerah.
Gumarang juga mengingatkan bahwa kritik di media sosial dapat berkembang menjadi ejekan, bahkan serangan terhadap karakter seseorang. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi citra gubernur dan membuka ruang bagi lawan politik untuk memanfaatkan polemik.
Baca Juga : Agustiar Sabran Ingatkan Agar Anggaran Kesehatan Tidak Dipangkas
Meski demikian, ia menekankan bahwa evaluasi bukan dimaksudkan untuk membungkam kritik atau membatasi ruang komunikasi gubernur. Tujuannya adalah memastikan pesan pemerintahan tersampaikan dengan jelas, tepat, dan sesuai dengan situasi yang dihadapi masyarakat.














Discussion about this post