Kalteng Today – Palangka Raya, – Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas) dan Kota Palangka Raya, Siti Nafsiah sepakat apabila pemerintah mengikuti pendapat dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyarankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilaksanakan setelah Covid-19 mereda.
Mengingat hal tersebut penting untuk keselamatan semua pelajar dan tanda – tanda meredanya penyebaran Virus Corona belum usai. Sehingga butuh pertimbangan mendalam apabila memutuskan sebuah kebijakan, jelas Nafsiah, (5/1/2021).
“Saran IDI itu sudah benar, karena keselamatan nyawa siswa di atas segalanya. Mampukah sekolah tiap 4 jam sekali menyuplai masker untuk tiap siswa, sesuai ketentuan dari Pemprov. Karena masker bedah kan 4 jam sekali harus ganti, sekolah dan kurikulum kita itu didesain untuk kelas besar, bukan untuk kelas kecil,” jelasnya.
Dirinya mempertanyakan beberapa hal, seperti, apakah seluruh guru sanggup untuk melaksanakan pembelajaran dari pagi hingga sore. Sehingga pelaksanaan PTM tersebut dapat optimal dalam pelaksanaannya dan dijamin tidak membahayakan bagi siswa.
“Karena siswa masuk per shift. Selanjutnya, apakah secara hukum komite sekolah memang bisa dikatakan mewakili semua orang tua/wali siswa untuk menyatakan setuju PTM. Saya yakin tidak,” ungkapnya.
Siti Nafsiah menyarankan kepada pemerintah untuk mengadopsi cara belajar Universitas Terbuka yang selama ini bisa berjalan dengan baik dan terbukti optimal.
“Kehilangan kesempatan belajar bisa dibayar atau diganti kemudian, tapi kalau kehilangan nyawa siapa yang bisa ganti,” tukasnya. [Red]














Discussion about this post