Kaltengtoday.com, Sampit – Dalam dinamika yang terus bergulir di lingkup Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (DPRD Kotim), sejumlah tokoh senior mulai angkat suara. Salah satunya adalah mantan Wakil Ketua DPRD Kotim, H. Supriadi MT, yang mendorong agar persoalan lapor-melapor antara unsur legislatif dan organisasi masyarakat disikapi dengan kedewasaan serta profesionalitas.
Dorongan Menjaga Marwah Lembaga
Supriadi menilai, para pejabat publik—baik di ranah legislatif, eksekutif, maupun organisasi kemasyarakatan—memiliki tanggung jawab moral untuk memberi teladan yang baik. Menurutnya, jabatan publik menuntut kesiapan untuk menerima kritik bahkan penilaian negatif, selama itu demi kepentingan masyarakat luas.
Ia mengibaratkan posisi pemimpin sebagai sosok “orang tua” bagi masyarakat. Dalam pandangannya, pemimpin seharusnya hadir untuk melayani, memperbaiki, dan menampung aspirasi, bukan justru terjebak dalam konflik terbuka yang dapat menimbulkan kesan kurang elok di mata publik.

Hindari Preseden Buruk
Lebih jauh, Supriadi berharap polemik yang terjadi tidak berkembang menjadi preseden yang merugikan iklim sosial-politik daerah. Ia mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan antar elemen publik berpotensi menciptakan ketegangan yang tidak produktif bagi pembangunan daerah ke depan.
Menurutnya, penyelesaian yang bijak dan proporsional akan jauh lebih memberikan manfaat ketimbang mempertajam perbedaan melalui jalur konfrontatif.














Discussion about this post