Selesai melakukan peninjauan lahan di Desa Belanti Siam, kemudian rombongan Wamen kembali terbang menggunakan helikopter TNI menuju lokasi selanjutnya yang berada di Desa Harara, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur. Setibanya di lokasi, rombongan Wamenhan dan Wamen LHK disambut oleh Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas serta jajarannya dan langsung meninjau tempat yang diproyeksikan untuk pengembangan kawasan Food Estate. Selain mengecek lahan, tim Wamen juga mengambil sampel tanah di lokasi tersebut untuk uji pengembangan tanaman singkong, padi, dan palawija lainnya.
“Tadi melihat ke daerah lahan gambut yang sebagiannya tanah alluvial, tanah ini sifatnya subur dan cocok untuk pertanian. Lalu selanjutnya saya ke wilayah Barito Timur untuk melihat potensi kemungkinan di sana kita tanam jagung atau singkong. Ini merupakan salah satu peluang yang akan kita lakukan,” ungkap Wamenhan Wahyu Sakti Trenggono setibanya di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya usai melakukan peninjauan lokasi.
Selain peninjauan langsung di darat, Wamen juga melakukan pemantauan wilayah Kalimantan Tengah melalui udara dengan terbang melintasi jalur sekitaran Palangka Raya, Pulang Pisau (Dadahup dan Belanti Siam), Barito Timur, Barito Utara, Barito Selatan, Murung Raya, Kotawaringin Timur, dan Gunung Mas.
Baca Juga: Gubernur Sugianto Sabran Sampaikan Laporan PertanggungJawaban APBD TA. 2019 Kepada DPRD Prov. Kalteng
Wahyu yakin dan optimis bahwa dari peninjauan yang dilakukannya dari siang hingga sore (Rabu, 1 Juli 2020) memiliki prospek yang sangat bagus untuk padi di Pulang Pisau dan singkong di Barito Timur. “Dua-duanya (padi dan singkong) adalah suatu kombinasi ketersediaan atau ketahanan pangan”, ujar Wamenhan tersebut.
Ia juga menanggapi kekhawatiran dari Walhi terkait akan adanya kerusakan lingkungan pada lahan pengembangan Food Estate di lahan gambut, “Tentunya akan dilakukan pengkajian, Walhi juga akan kita ajak bicara. Lahan di Pulang Pisau tadi yang saya lihat merupakan tanah alluvial yang sudah ada, saluran irigasi sudah jadi, kemudia tinggal ditata lagi sedikit. Jadi bukan di lahan gambutnya yang akan dikerjakan, tapi di lahan/tanah alluvial”, jelas Wahyu.
Baca Juga: Soal Larangan Mutasi Jabatan, Sekda Kalteng : Kami Siap Ikuti Aturan
“Persoalan cadangan pangan ini sudah menjadi hal yang penting bagi kita. Kalau pertahanan soal pangan ini kita lemah, itu sangat bahaya. Apalagi di masa sekarang ini, kalau kita tidak kuat, pandemi ini berlangsung dalam waktu lama, maka solusi dalam hal pangan ini menjadi sangat penting”, ungkapnya lebih lanjut.
Sebelumnya pada bulan Juni kemarin, sebanyak empat orang Menteri Kabinet Indonesia Maju sudah melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah dalam rangka Program Food Estate tersebut, yaitu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Basoeki Hadimoeljono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil.
Seperti diketahui, Pemerintah Pusat akan mengembangkan program Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah, dalam rangka untuk mempersiapkan provinsi ini menjadi lumbung pangan baru, guna mewujudkan ketahanan pangan nasional, sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo. Program Food Estate ini pun diharapkan akan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi, pembangunan, dan tentunya kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. [Red]














Discussion about this post