Kalteng Today – Kuala Pembuang, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan menilai dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD tahun 2019 yang disampaikan oleh Pemkab Seruyan belum lama ini, jika serapan anggaran dari Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) masih minim.
Menurut Wakil Ketua I DPRD Seruyan Bambang Yantoko, hal itu terlihat sekali bahwa masih banyak sekali SOPD di lingkungan Pemkab Seruyan yang realisasi belanjanya masih sangat kecil.
“Oleh karena itu, harapan kami kedepan agar setiap SOPD dalam mengusulkan anggaran harus secara terukur, sehingga serapan anggaran dapat tercapai dengan baik,” pinta Bambang Yantoko di Kuala Pembuang, Jum’at (8/5/2020).
Selain itu, Bambang juga menekankan, agar data-data pendukung yang disajikan dalam LKPJ, hendaknya memuat data-data yang valid, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini beberapa SOPD dalam tidak memuat data yang akurat dan lengkap dalam LKPJ yang telah disampaikan sebelumnya,” ujar dia.
Bambang mencontohkan, seperti pada data yang disajikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Seruyan, hendaknya menyajikan data-data tentang panjang jalan dan jembatan yang menghubungkan antar kecamatan dan antar desa yang menjadi tanggung jawab Pemkab Seruyan.
Selain itu, data yang menjelaskan berapa kilometer yang sudah diaspal dan di agregat sampai dengan tahun 2019. Sehingga memudahkan untuk perencanaan pembangunan jalan tersebut pada tahun selanjutnya.
“Pada Dinas Kesehatan, hendaknya dimuat data yang valid tentang penerima kartu BPJS yang dibiaya oleh Pemkab Seruyan dan realisasinya di tahun 2019,” ucapnya.
Baca Juga:
Dewan Sarankan Pemkab Seruyan Terbitkan Perda Terkait Kewajiban Nomor Plat Kendaraan Daerah
Begitu juga pada Dinas Pendidikan, hendaknya dimuat data tentang penerima beasiswa bagi mahasiswa asal Seruyan pada tahun anggaran 2019, agar mudah untuk dievaluasi.
“Terakhir pada Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian, hendaknya dimuat data tentang kebun plasma masyarakat yang dibangun oleh PBS-PBS sawit yang ada di Seruyan dari tahun 2004 sampai tahun 2019 untuk dapat diketahui secara bersama,” pinta Bambang. [Red]














Discussion about this post