Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi meminta Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan guru.
Perhatian tersebut menurutnya khususnya bagi mereka yang bertugas di daerah pinggiran kota dan wilayah terpencil, guna mendorong pemerataan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Pemerataan pendidikan ditegaskannya, tidak akan tercapai tanpa dukungan nyata terhadap para guru yang menghadapi keterbatasan akses dan sarana transportasi.
Baca Juga : Jembatan Rusak, Beberapa Warga Plantau Kembali Gunakan Perahu Kelotok Sebagai Alat Transportasi
“Guru-guru yang mengabdi di daerah pinggiran dan terpencil menghadapi tantangan yang jauh lebih berat, terutama dari sisi akses transportasi dan biaya operasional. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah kota,” katanya kepada awak media, Senin (5/1/2026).
Pihaknya menilai, Dinas Pendidikan setempat perlu menghadirkan kebijakan nyata, salah satunya dengan menyediakan kendaraan operasional, termasuk perahu bermesin atau klotok, bagi guru yang harus menempuh jalur sungai untuk mencapai sekolah.
“Untuk wilayah yang aksesnya melalui jalur air, bantuan klotok sangat dibutuhkan. Ini bukan soal fasilitas mewah, tetapi soal keberlanjutan proses belajar mengajar,” tuturnya.
Syaufwan juga mendorong pemberian kompensasi bahan bakar minyak (BBM) bagi guru yang menempuh perjalanan darat ke sekolah-sekolah di daerah pinggiran.
Sebab, menurutnya, biaya transportasi kerap menjadi beban tambahan yang tidak sedikit, sehingga hal ini perlu untuk diperhatikan lebih lanjut.
“Kami berharap ada dana kompensasi BBM atau insentif perjalanan agar guru tidak terbebani secara ekonomi hanya untuk menjalankan tugas mulianya,” terangnya.
Selain itu, DPRD Kota Palangka Raya juga meminta pemerintah untuk secara berkelanjutan mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan atau insentif tambahan.
Lalu, sekaligus menata ulang sistem penempatan guru agar tidak terjadi penumpukan tenaga pendidik di wilayah perkotaan.
Baca Juga : DPRD Desak Penataan Transportasi Tambang, Dukung Pengaktifan Terminal PBB
“Penataan distribusi guru harus lebih adil. Perpindahan guru dari daerah terpencil ke pusat kota perlu dibatasi agar sekolah di pinggiran tidak kekurangan tenaga pendidik,” tuturnya.
Ditegaskannya, DPRD Kota Palangka Raya akan terus mendorong pemerintah kota agar konsisten memperhatikan kesetaraan fasilitas, sarana, dan prasarana pendidikan antara sekolah di pusat kota dan daerah pinggiran. [Red]














Discussion about this post