Kaltengtoday.com, Palangka Raya – DPRD Kota Palangka Raya mendorong pelaku usaha dan pemerintah daerah terus berinovasi dalam mengembangkan produk berbahan kain benang bintik agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Inovasi desain dan pengemasan dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, mengatakan benang bintik merupakan salah satu warisan budaya Kalimantan Tengah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Karena itu, pengemasan yang lebih modern perlu dilakukan tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat pada kain tersebut.
“Benang bintik memiliki ciri khas dan identitas daerah. Dengan sentuhan desain yang lebih modern, produk ini akan semakin diminati berbagai kalangan, termasuk generasi muda,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Baca Juga: DPRD Palangka Raya Perkuat Fungsi Pengawasan Lewat RDP dan Kunjungan Daerah
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai pengembangan benang bintik tidak hanya sebatas pada produk pakaian, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai produk kreatif, seperti aksesori, tas, suvenir, hingga dekorasi interior. Diversifikasi produk diyakini mampu membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha lokal.
Menurutnya, dukungan pemerintah melalui pelatihan, pendampingan, promosi, serta perluasan akses pemasaran juga sangat diperlukan agar pelaku UMKM mampu meningkatkan daya saing produknya, baik di tingkat regional maupun nasional.
Ia menambahkan, kolaborasi antara perajin, desainer, pelaku UMKM, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam memperkuat industri kreatif berbasis budaya lokal.
Baca Juga: DPRD Palangka Raya Dorong Insentif dan Fasilitas Transportasi untuk Guru Pinggiran
“Pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan inovasi. Dengan begitu, benang bintik tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Noorkhalis berharap pengembangan benang bintik terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu menjadi salah satu produk unggulan Kota Palangka Raya. Selain melestarikan budaya daerah, langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pelaku UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah.
[Red]














Discussion about this post