Kaltengtoday.com, Palangka Raya – DPRD Kota Palangka Raya mengajak masyarakat membudayakan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan sekaligus mencegah munculnya berbagai penyakit, terutama pada musim pancaroba.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Dede Ardiansyah, mengatakan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga mampu menekan risiko penyebaran penyakit.
“Budaya hidup bersih harus dimulai dari lingkungan keluarga. Jika setiap warga memiliki kesadaran menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, maka kualitas kesehatan masyarakat juga akan meningkat,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Digitalisasi PBB-P2 Diapresiasi, DPRD Harap Berdampak pada Penerimaan Pajak
Ia menjelaskan, kebersihan lingkungan dapat diwujudkan melalui berbagai langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran drainase, serta menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah.
Menurut Dede, peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung berbagai program pemerintah di bidang kesehatan dan kebersihan lingkungan. Kesadaran kolektif dinilai akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan upaya pemerintah.
“Menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Dengan kepedulian seluruh masyarakat, lingkungan yang sehat dan nyaman dapat terwujud,” katanya.
Baca Juga: DPRD Palangka Raya Setujui APBD 2026, Belanja Lebih Besar dari Pendapatan
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan makanan, serta rutin melaksanakan kerja bakti di lingkungan tempat tinggal.
Selain mencegah penyebaran penyakit, budaya hidup bersih juga dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih asri. Karena itu, ia berharap semangat menjaga kebersihan terus ditanamkan sejak usia dini melalui lingkungan keluarga maupun lembaga pendidikan.
“Jika budaya hidup bersih menjadi kebiasaan, maka manfaatnya akan dirasakan bersama. Lingkungan menjadi sehat, masyarakat lebih produktif, dan berbagai penyakit dapat dicegah sejak dini,” pungkasnya.
[Red]














Discussion about this post