kaltengtoday.com – Buntok – DPRD Barito Selatan, Kalimantan Tengah meminta kepada Dinas Pendidikan kabupaten setempat untuk memperhatikan sebaran guru yang ada di daerah ini.
Ketua DPRD Barito Selatan, HM Farid Yusran mengatakan saat ini sebaran guru yang ada di daerah ini tidak merata, dan kebanyakan menumpuk di wilayah perkotaan.
“Karena, pada satu sisi disuatu desa ada yang mengalami kekurangan tenaga guru, sementara jumlah guru di kota Buntok, dan sekitarnya berlebihan,” kata Farid Yusran, Kamis, 2 Januari 2020.
Untuk itu politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Barito Selatan itu meminta supaya Dinas Pendidikan memperhatikan sebaran guru di daerah ini supaya merata.
“Hal tersebut agar anak didik kita yang berada di wilayah pedesaan di Barito Selatan ini bisa mendapatkan pendidikan yang bagus,” ucap HM Farid Yusran.
Ia juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan melalui instansi terkait agar melaporkan guru-guru yang mutasi dari jabatan fungsional ke struktural kepada pihak Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi birokrasi.
“Hal ini penting dilakukan supaya data guru-guru yang ada di daerah ini tetap valid, sebab saat ini data guru yang ada tidak valid,” kata Farid Yusran.
Karena Barito Selatan masih kekurangan tenaga guru, sedangkan pihak Kementerian PAN RB mengatakan jumlah guru di daerah ini berlebihan, dan itu akibat tidak validnya data.
Selain itu ia juga menyampaikan, pihaknya pada hari ini sedang melaksanakan rapat pembahasan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) antara Komisi III DPRD Barito Selatan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan kemudian dilanjutkan dengan komisi II.
“Pembahasan berjalan secara normatif, dan banyak aspirasi-aspirasi yang kita sampaikan dipertimbangkan, dan memang banyak yang menjadi kebutuhan masyarakat, tapi dananya terbatas, karena banyak tersedot ke proyek multiyears,” kata dia.
UD-KT














Discussion about this post