Kaltengtoday.com, Sampit — Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) I menyampaikan hasil reses yang menyoroti persoalan lingkungan hidup di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Salah satu isu utama yang diangkat adalah ketidaksesuaian jam operasional depo sampah dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Riskon Fabiansyah, anggota DPRD Dapil I, banyak warga mengeluhkan bahwa waktu buka depo sampah terlalu terbatas, sehingga menyulitkan mereka untuk membuang sampah secara tertib. “Jam operasional yang tidak fleksibel membuat warga enggan menggunakan depo resmi. Ini berpotensi menimbulkan penumpukan sampah liar,” ujarnya, (1/10/2025).
Baca Juga : Wali Kota Tinjau TPST Panarung Pastikan Pengelolaan Sampah Optimal
Selain itu, kondisi drainase di sejumlah titik juga menjadi sorotan. Saluran air yang tersumbat dan tidak terawat menyebabkan genangan saat hujan deras, terutama di kawasan padat penduduk. DPRD meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR segera melakukan normalisasi dan pemetaan ulang titik rawan banjir.
DPRD menekankan pentingnya edukasi lingkungan kepada masyarakat, termasuk soal waktu buang sampah, pemilahan, dan pelaporan titik tumpukan. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Perlu partisipasi warga agar pengelolaan lingkungan berjalan optimal,” tambah Riskon.
Sebagai tindak lanjut, DPRD akan mengusulkan revisi jadwal operasional depo sampah dan alokasi anggaran untuk revitalisasi drainase dalam pembahasan APBD 2026. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup warga kota. [Red]














Discussion about this post