Kaltengtoday.com, Sampit — Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Abdul Kadir, menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi infrastruktur dan tata kelola lingkungan di Kota Sampit. Ia menilai bahwa penataan kota belum berjalan maksimal, terutama terkait sistem drainase dan pengelolaan sampah.
“Banyak jalan lingkungan, gang, dan saluran air yang rusak dan tidak pernah tersentuh program perbaikan. Ini membuat kota rentan banjir setiap kali hujan deras,” ujar Abdul Kadir, anggota Fraksi Golkar DPRD Kotim, (5/10/2025) di Sampit.
Baca Juga : PUPR Palangka Raya Prioritaskan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Drainase
Ia menambahkan bahwa genangan air yang rutin terjadi di sejumlah titik bukan hanya akibat curah hujan, tetapi juga karena buruknya pemeliharaan saluran drainase. Menurutnya, normalisasi saluran air harus menjadi prioritas dalam program kerja Dinas PUPR.
Selain itu, Abdul Kadir juga menyoroti keberadaan depo sampah yang berada terlalu dekat dengan permukiman dan fasilitas pendidikan. “Depo yang bau dan terbuka di dekat sekolah jelas tidak sesuai dengan standar tata kelola kota yang sehat dan nyaman,” tegasnya.
Baca Juga : Hindari Kecemburuan Sosial, DPRD Minta Penertiban Drainase Menyeluruh
DPRD Kotim mendorong agar pemerintah daerah meningkatkan kualitas armada pengangkutan sampah dan memperbaiki jadwal operasional agar lebih konsisten. Ia juga meminta agar edukasi kebersihan lingkungan digencarkan melalui sekolah dan komunitas warga.
“Penataan kota bukan hanya soal fisik, tapi juga soal budaya. Kalau warga diajak terlibat, hasilnya akan lebih lestari,” tutup Abdul Kadir. [Red]














Discussion about this post