Kaltengtoday.com, Sampit — Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Eddy Mashamy, menyerukan agar warga pesisir meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang dipicu oleh fenomena Perigee dan bulan purnama.
Baca Juga : Waspada! BMKG Prediksi Januari Banjir Rob Berpotensi Landa Kotim
Kondisi ini diperkirakan menimbulkan pasang maksimum di wilayah pesisir Kotim, terutama di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit.
“Fenomena Perigee bukan hal baru, tapi dampaknya bisa ekstrem jika bersamaan dengan hujan lebat. Kami minta warga pesisir siaga dan segera lapor jika ada genangan atau kerusakan tanggul,” ujar Eddy Mashamy saat ditemui usai rapat koordinasi kebencanaan, (7/10/2025).
Ia menambahkan bahwa DPRD akan mendorong BPBD dan Dinas PUPR untuk melakukan inspeksi tanggul dan saluran air di wilayah rawan. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dimulai sebelum bencana terjadi, bukan setelahnya.
Baca Juga : Sering Terendam Banjir Rob, Pembudidaya Desa Sungai Undang Minta Penggian Tambak
Eddy juga meminta agar camat dan kepala desa di wilayah pesisir mengaktifkan sistem peringatan dini dan memetakan titik evakuasi. “Kita tidak ingin ada korban jiwa. Informasi harus cepat dan koordinasi lintas sektor harus jalan,” tegasnya.
DPRD Kotim melalui Komisi I akan mengawal penganggaran penanganan banjir rob dalam APBD 2026, termasuk pembangunan tanggul permanen dan peningkatan kapasitas relawan desa. [Red]














Discussion about this post