Kaltengtoday.com, Sampit – Kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di Jalan Suprapto, Kecamatan Mentawa Baru Hilir, mendapat sorotan serius dari DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur.
Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan I, M. Kurniawan Anwar, menyampaikan keprihatinannya terhadap antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan akibat aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU setempat.
Baca Juga : Sopir Pick Up Luka-luka Usai Tabrakan dengan Truk BBM di Jalan Trans Kalimantan Bartim
Kurniawan menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.
“Situasi ini sudah berlangsung cukup lama dan sangat mengganggu mobilitas masyarakat, terutama di jam-jam sibuk. Penataan antrean harus segera dilakukan agar tidak memakan badan jalan,” ujarnya, (14/10/2025).
Ia mendesak agar Dinas Perhubungan bersama aparat kepolisian segera mengambil langkah konkret melalui penertiban dan pengaturan ulang skema antrean kendaraan. Menurutnya, SPBU yang berada di kawasan padat lalu lintas wajib memiliki jalur antrean khusus yang terpisah dari arus utama kendaraan.
Baca Juga : Dukung Langka Kepolisian Pastikan Ketersediaan BBM Aman Jelang Lebaran
Lebih lanjut, DPRD akan mendorong adanya regulasi teknis yang mengatur operasional SPBU di wilayah perkotaan, termasuk pengawasan intensif pada jam operasional yang rawan kemacetan. “Kenyamanan dan keselamatan publik harus menjadi prioritas dalam pengelolaan distribusi BBM. Kami akan mengawal agar ada solusi permanen, bukan sekadar penanganan sesaat,” tegas Kurniawan.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak kemacetan dan meningkatkan efisiensi lalu lintas di pusat kota Sampit, yang merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. [Red]














Discussion about this post