Kalteng Today – Palangka Raya, – Pasca menggelar rapat antara DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Badan Anggaran (Banggar) bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kalteng terkait dengan penggunaan anggaran Covid 19 dan juga anggaran Pilkada serentak 2020 pada tanggal 22 September 2020 lalu, legislatif sepakat untuk terus mematangkan strategi pencadangan anggaran persiapan Tahun 2021.
“Rapat tersebut membahas terkait anggaran Covid 19 dan Pilkada dan bertujuan untuk membahas strategi pencadangan anggaran untuk persiapan Tahun Anggaran 2021 mendatang,” kata Ketua DPRD Kalteng Wiyatno kepada awak media, Rabu (23/9).
Dirinya menjelaskan hal ini dilakukan untuk mengantisipasi serta kembali memastikan agar tidak terjadi lagi refocusing anggaran yang berdampak pada terhambatnya sejumlah rencana kerja pembangunan daerah di Kalteng.
Wiyatno juga membeberkan, TAPD Kalteng sempat memaparkan dokumen perubahan Belanja Tidak Tetap (BTT), termasuk penggunaan anggaran penanganan Covid 19 dan juga memaparkan anggaran Pilkada serentak 2020 kepada pihaknya selaku legislator daerah.
Adapun anggaran penanganan Covid 19 banyak dialokasikan untuk penanganan kesehatan sekitar Rp 57 Miliar lebih dan untuk jaring pengaman sosial mulai dari Rp 171 Miliar lebih pada Perubahan IV.
Sedangkan pada Pergub 27/2020, lalu Rp 164 Miliar lebih pada Perubahan V pada Pergub 41/2020 dan terakhir pada Perubahan VI pada Pergub 47/2020 yakni Rp 131 Miliar lebih.
Hal ini juga ditambahkan oleh Purman Jaya yang menyebutkan pada anggaran jaring pengaman sosial Covid 19 setiap perubahan anggaran BTT tersebut.
“Dengan berkurangnya penggunaan anggaran pada Pergub 47 Tahun 2020, itu artinya kan kita ada cadangan khusus anggaran penanganan Covid 19 yang memang disediakan Rp 500 Miliar itu,” ujarnya.
Selain itu, Cadangan dana dari Covid 19 tahun 2020 itu terpakai kurang lebih Rp 300 Miliar sampai dengan Rp 350 Miliar, ini artinya dari SILVA itu kemungkinan besar ditambah APBD murni bisa menjadi cadangan anggaran penanganan Covid19 untuk tahun 2021 nanti, tambahnya.
Baca Juga: Kapolda Kalteng Cek Pengamanan Jelang Pengundian Nomor Urut Paslon
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng itu pun melanjutkan, dengan adanya dana cadangan tersebut, maka dapat meminimalisir kebijakan refocusing anggaran, sehingga anggaran pembangunan bisa jalan dan untuk anggaran Covid 19 itu juga tetap tersedia.
“Dengan begini kita dapat mengukur dan tidak perlu lagi ada refocusing anggaran. Jadi anggaran tetap jalan dan dana Covid19 itu sendiri ada melalui dana cadangan itu tadi. Artinya, semua kembali menjadi normal terkait anggaran ini dan rencana kerja pembangunan daerah pun bisa berjalan lancar,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post