kaltengtoday.com – Hujan deras yang melanda Palangka Raya Selasa malam hingga Rabu keesokan harinya (4/12) dan menyebabkan banjir disejumlah pemukiman dan ruas jalan, ternyata menjadi perhatian serius kalangan anggota DPRD Kalteng.
Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Muhajirin di Palangka Raya, Kamis (5/12) melihat pemerintah kurang perhitungan dalam melakukan langkah antisipasi banjir yang terjadi dikota ini sehingga menjadikan tergenang disejumlah wilayah.
Menurut dia, terjadinya banjir ini karena kurangnya perhitungan dalam perencanaan untuk langkah antisipasi serta kurang matang dalam perhitungan volume air.
“Inikan diluar batas perhitungan awal perencanaan curah hujan. Misalnya curah hujan itu perbulan berapa? Jadi debit air itu diperhitungkan sehingga ibaratnya, hujan yang turun masuk ke parit yang kecil, kemudian turun lagi ke parit yang besar hingga menuju sungai, itu kita perhitungkan dari segi perencanaan,”ujar mantan Wakil Bupati Kapuas itu.
Untuk diketahui, hujan deras selama lebih dari 12 jam itu telah membuat sejumlah komplek perumahan dan ruas jalan utama tergenang air dengan ketinggian 50 cm hingga 1 meter. Bahkan di komplek Temanggung Tilung banjir merendam daerah itu setinggi hampir 50 cm, padahal wilayah itu baru saja dilakukan perbaikan drainase oleh Pemerintah Kota Palangka Raya.
Muhajirin juga menyebutkan, dalam permasalahan banjir ini, memang mestinya harus ada sosialisasi terhadap masyarakat tentang memanajemen pengelolaan air.
“Jangan segala sesuatu harus pemerintah, kita tidak bisa menyalahkan pemerintah sepenuhnya. Pemerintah kota kita saat ini sedang menata gorong-gorong di Palangka Raya,” Pungkasnya.
Kony-KT














Discussion about this post