Kaltengtoday.com, Palangka Raya – Meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di kawasan Mendawai, Kelurahan Palangka, menjadi perhatian DPRD Kota Palangka Raya. Wilayah tersebut diketahui kembali masuk kategori zona merah sehingga diperlukan langkah penanganan yang berkelanjutan untuk menekan penyebaran penyakit.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, mengapresiasi langkah cepat Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya bersama UPTD Puskesmas Bukit Hindu yang melakukan pengasapan (*fogging*) sebagai bagian dari pengendalian kasus DBD di kawasan tersebut.
Menurut Hasan, pelaksanaan *fogging* merupakan respons yang tepat, terutama karena wilayah Mendawai hampir setiap tahun menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerawanan DBD yang cukup tinggi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengasapan tidak dapat dijadikan satu-satunya solusi dalam penanggulangan penyakit tersebut.
“Fogging memang diperlukan untuk memutus penyebaran nyamuk dewasa, tetapi upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pemberantasan sarang nyamuk dan peningkatan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Ia mendorong pemerintah kota terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta melakukan berbagai langkah pencegahan lainnya. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
Selain itu, Hasan berharap keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari ketua RT, RW, kader kesehatan hingga warga, dapat diperkuat dalam melakukan pemantauan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengendalian DBD di daerah rawan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal DBD, seperti demam tinggi yang berlangsung beberapa hari, nyeri tubuh, dan kondisi lemas. Apabila mengalami gejala tersebut, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapat penanganan sedini mungkin.
“Dengan penanganan yang konsisten dan partisipasi aktif masyarakat, kami berharap angka kasus DBD di Mendawai maupun wilayah lain di Kota Palangka Raya dapat terus ditekan,” tutupnya.
[Red]














Discussion about this post