kaltengtoday.com – Kalteng yang memiliki luas 1,5 kali Pulau Jawa, saat ini masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan terutama dokter muda yang mau ditempatkan di pedalaman Kalteng.
“Dalam hal ini masih ada sekitar 20 puskesmas di Provinsi Kalteng yang belum memiliki dokter, karena di daerah terpencil. Dengan berbagai cara nanti dapat dilakukan penugasan khusus oleh pemerintah kota ataupun provinsi melalui penugasan khusus PTT.”kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul saat acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Angkatan XIII Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya, di Aula Rahan Gedung Rektorat Universitas Palangka Raya, Senin,(30/12/19).
Menurut Suyuti , ke 15 dokter muda ini diharapkan dapat mengisi kekosongan dokter dan bersedia bekerja daerah dipinggiran atau pedalaman yang saat ini menjadi permasalahan utama Pemprov Kalteng dan Kabupaten kota.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran UPR Syamsul Arifin mengharapkan kepada dokter muda yang baru diambil sumpahnya mampu bekerja dimana saja.
“Jadi kami sebenarnya dalam setiap kegiatan terutama dari ikatan alumni sudah saya sampaikan bahwa untuk mengabdi sebenarnya dimana pun bisa, karena itu khusus alumni FK UPR kami mengharapkan mereka bisa mengabdi di fakultas atau di Provinsi Kalteng,” ujarnya.
Dirinya juga menepis isu negatif yang beredar selama ini mengenai alumni kedokteran UPR yang tidak mau bekerja di daerah .”Sebenarnya tidak seratus persen benar. Karena para dokter berasal dari kabupaten kemudian setelah mereka lulus ditarik untuk bekerja dikabupaten asalnya.”ujar dia.
Seperti diketahui,Sumpah dokter kali ini diikuti oleh 15 dokter baru yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran Syamsul Arifin, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Perwakilan RSUD Dorrys Sylvanus dan RS Kalawa Atei.
Kony-KT














Discussion about this post