“Kita tidak ingin ada lagi anak-anak Kalteng yang berhenti sekolah setelah lulus SMA atau SMK. Mereka harus kuliah. Kepala sekolah, wali kelas, dan guru-guru harus terus memberi dorongan dan semangat,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa peserta didik kelas XII dari keluarga tidak mampu yang telah terdata akan memperoleh kesempatan kuliah gratis. Program ini, menurutnya, merupakan komitmen Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.
Khususnya, soal tanpa membedakan latar belakang agama maupun suku, selama yang bersangkutan merupakan putra-putri daerah dan berasal dari keluarga yang belum memiliki sarjana.
Selain itu, Program Pengembangan Kompetensi Dasar Siswa (PKDS) juga dipastikan tetap dilaksanakan. Reza meminta seluruh satuan pendidikan untuk aktif mengikuti dan mengimplementasikan setiap program yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Reza juga menanggapi keluhan sejumlah kepala sekolah terkait adanya gangguan dari oknum-oknum tertentu yang diduga memiliki kepentingan pribadi. Ia menegaskan agar pihak sekolah tidak merasa takut dan tetap bekerja sesuai aturan.
“Kita sudah fasilitasi website resmi sekolah. Gunakan itu untuk publikasi kegiatan sekolah agar pemberitaan berimbang. Kalau ada laporan atau tekanan, kita punya biro hukum dan mekanismenya,” tegasnya.
Baca Juga : Kadisdik Kalteng: Pembelajaran Hybrid Harus Diakui Sebagai Beban Mengajar Guru
Ia bahkan mendorong sekolah membentuk komunitas atau ekstrakurikuler jurnalistik yang melibatkan peserta didik. Selain sebagai sarana publikasi, langkah ini dinilai mampu mengasah literasi, numerasi, kemampuan digital, serta pola pikir kritis siswa.
“Biarkan anak-anak kita yang menulis dan mempublikasikan kegiatan sekolah melalui website resmi. Ini akan menjadi pengimbang terhadap pemberitaan-pemberitaan negatif,” tutupnya. [Red]














Discussion about this post