Memang, hal ini di satu sisi berdampak baik karena bisa memulihkan perekonomian terutama bagi mereka yang memiliki sumber penghasilan di industri pariwisata. Namun di sisi lain, ancaman mengenai gelombang lanjutan pandemi juga tidak dapat dikesampingkan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, bahkan sampai angkat bicara dan menanggapi adanya prediksi mengenai revenge tourism ini. Menurutnya, Indonesia perlu bersiap untuk menghadapi fenomena tersebut, dengan memaksimalkan segala peluang yang ada di depan mata dan mengantisipasi berbagai dampak negatifnya.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan jangan sampai lengah dan tetap waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami menyikapi ini dengan mendorong sosialisasi agar masyarakat berhati-hati dan waspada dalam berkegiatan wisata karena kita ini masih di tengah pandemi, dan saya nyatakan, gelombang selanjutnya tidak bisa kita elakkan, hanya bisa kita antisipasi dengan baik. Varian baru akan terus berdatangan, karena virus terus bermutasi,” ujar Sandiaga Uno.
Lebih detail, disebutkan kalau Kemenparekraf akan berupaya memaksimalkan potensi dari revenge tourism ini dengan beberapa usaha dan kebijakan, salah satunya adalah dengan melakukan pengetatan protokol kesehatan.
Baca juga : Pemkab Katingan Ikuti Pengarahan Presiden Terkait Peningkatan Tren Covid
Lain itu, akan diberlakukan juga pemeriksaan status vaksin di setiap destinasi wisata. Yang terpenting, kebijakan dan standar CHSE atau standar berbasis Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) juga akan semakin diperketat.
Baca juga : Tarif Baru Tes PCR di RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya Rp. 270 Ribu
Bagaimana komentar kalian menyikapi adanya fenomena revenge tourism ini?[Red]














Discussion about this post